Monday, 7 May 2018

Babak Baru Angkatan 15


Selamat pagi guys, happy Monday. Semoga hari ini menyenangkan yaa:) selamat berjibaku dngan realita hidup guys. Hari emang sudah berganti, namun semangat harus tetap chayo yaa. 
Hallo angkatan 15!. Udah banyak yang dapat tempat kuliah belum nih? tak terasa besok udah SBM ya. yang belom lolos SNM jangan berkecil hati ya guys. SBM, Ujian Mandiri ataupun Ujian Perguruan Tinggi masih banyak. Jangan sampe semangat kalian luntur disini. Sia-sia tau kalau semangat nya udah turun. Pesanku jaga mood supaya tetap semangat dalam mengejar impian. 
Satu tahap lagi udah jadi mahasiswa-mahasiswi nih. 
cieee, udah jadi calon mahasiswa dan mahasiswi 
Menginjak jenjang kuliah dan menyandang gelar mahasiswa baru, mungkin adalah waktu yang kaliann tunggu-tunggu. Bagi sebagian orang, menyandang status mahasiswa baru adalah masa di mana kita bebas berbuat sesuka hati kita. Dimana, bagi anak rantau adalah momen terlepasnya dari kekangan orangtua.
Well, awalnya aku pun merasa begitu. jauh dari orangtua dan menjadi mandiri. bagi aku dulu, menjadi mandiri dan terbebas dari kekangan orangtua adalah momen berharga. Why? aku yang anak rumahan, dimana dikit-dikit harus lapor, dikit-dikit ngak boleh, dan kemana-kemana seringnya diantar, sangat berekspektasi untuk menjadi remaja yang bisa bebas berekspresi, bebas mau nglakuin apapun selama menurut aku itu hal positif. ternyata, it's just your exspextation, realitanya kalian akan kangen masa-masa sma kalian, homesick tiap hari, dan kangen ngumpul bareng keluarga. Dan pada akhirnya, kalian akan menyadari indahnya kebersamaan sama keluarga. dan, menjadi mandiri itu ngak semudah yang kalian bayangkan. yang biasanya sarapan, eh sekarang karena ngekos sarapannya jadi jam 10, untung-untung sarapan, seringnya mah di gabung sama makan siang. alasannya? bukan karena ngak sempat, tapi kita terlalu mengampangkan. hehe.Llainnya, biasanya malem sebelum tidur curhat sama Ibu atau Ayah, sekarang hanya via suara. apalagi pas kena kegiatan malam, dan hanya liat foto mereka. baper pastinya. hmhmhm 
Banyak yang bilang kuliah ngak seindah FTV. yap, menjadi mahasiswa itu amanah guys. kalian yang anak rantau, di amanahin buat belajar, jadi jangan main melulu ya!.Bermain boleh, tapi ingat porsi yaa. truss, jangan lupa hubungin orangtua kalian. meski cuma WA aja, usahain nih tiap pagi sama malam WA orangtuanya, masak pentegin grub tiap menit, barang WA ortu ngak bisa. M-A-L-U guys.
Trus nih ya, nantinya kalian akann mengenal lingkungan baru, dimana banyak orang akan melebur dalam satu kesatuan. di bawah naungan universitas kalian. disana,kalian akan bertemu, berinteraksi, berteman bahkan bersahabat dengan orang-orang baru. hm, kalian boleh berteman dengan siapapun, tapi ingat guys jangan mudah terbawa arus ya.
Ambil sisi positive yang bisa kita ambil untuk pelajaran dalam pertemanan kalian, dan buat sisi buuruknya. hm, istilah lain pilah-piilah pergaulan hehe. hm, apa yaa. oh yaaa yang mungkin sebagian dari kalian merasakan nantinya, fenomena salah jurusan. hm, urgent ya guys. namun, percaya atau tidak pastinya dalam setiap maba hampir dari semuanya merasakan salah jurusan. ngak hanya yang memang dari awal menerima jurusan itu pada priorotas ke-2 atau ke-3, bahkan yang pilihan ke-1 pun juga merasakan yang namanya salah jurusan. jadii tetep semangat yaaa...
Menjadi mahasiswa itu amanah, bukan hanya dari orangtua kalaian aja guys, tapi juga dari seluruh warga masyarakat. salah seorang dosen berkata "Uang UKT yang kalian
bayarkan, itu tidak ckup untuk membayar fasilitas yang kalian dapatkan di kampus. dan dari mana kekurangannnya? dari uang rakyat (pajak)". intinya, kalian mahasiswa baru adalah semangat baru warga negara di luar sana untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Semangat, udah hampir 73 tahun lhooo. jangan loyyooo, okay :). Apalagi sekarang ancaman revolusi 4.O semakin dekat. 
ehm, sekian deh cuap-cuap pagi ini. Semangat ya. O'ya untuk yang ikut ujian besok jangan sampe down ya ketika liat saingan kita baca buku, bawa tulisan super banyak. Siap-siapin mentalnya, itu tuh salah satu trik buat ngedownkan mental kalian guys. Jangan lupa do'a yaa. Ingat  usaha tanpa do'a itu SIA-SIA. 


Sunday, 6 May 2018

Rekomendasi Bacaan Wattpad


Selamat pagi guys, happy weekend. Apa nih acara kalian buat ngisi Minggu yang cerah nih? Cerah ngak Minggu kalian? Pada ingin keluar? Atau mau me time? Kalau aku sih biasanya ngisi hari Minggu buat me time. Nonton film, baca novel ataupun baca wattpad d l l deh.
Minggu tuh bagi aku layaknya waktu buat intropeksi, apa sih yang sudah aku lakukan satu minggu ini. Menulis kesalahan yang udah tak buat, lalu mencoba merennungi dan ngak mengulangi. Do’akan ya.
Eh, tapi kali ini aku ngak bahas itu. Kali ini aku mau ngrekomendasiin beberapa judul wattpad yang menurut aku keren. Kerennya karena cerita ngak drama menye-meney, tetapi banyak life value yang bisa kita terapin dalam dunia nyata. Pada tahu Wattpad kan? Wattpad tuh aplikasi yang digunakan buat baca novel secara online dan gratis. Eh pakai kuota ding.
1.      Serenyah Rasa by Alya 
Novel ini menceritakan tentang sosok cewek dan cowok. Cowoknya itu gambaran cowok zaman now lah. Ngeband, nongkrong, pacaran d l l. Namun si  cewek, perempuan dengan agama yang sudah baik dan cantik. Suatu hari cowok dan cewek itu ketemu, dan si cowok ngajak si cewek pacaran. Tentunya apa yang terjadi? Baca deh di wattpad. Hehe.
Novel ini memberikan gambaran hijrahnya si cowok. Dan memberikan gambaran gimana sih cara menyikapi pergaulan zaman now. Banyak  banget life value nih dalam novel ini. Sederhana tapii ngena. Recomended banget.
2.     Oh baby, baby twins! by Kangcilok
Novel ini menceritakan kisah sepasang anak kembar. Cewek dan cewek. Punya orangtua yang sibuk. Dan Ayahnya sangat tegas terhadap anak cewek yang pertama, anak cewek ini ngarasa kalau Ayahnya bakalan marahin apa aja yang dia lakuin. Anak ini menjadi takut, dan depresi lah istilahnya. Karena, tiap ia nglakuin kesalahan dia dimarahin dan dipukul.
Sedih banget ceritanya, apalagi ketika pov nya sianak. Meski sebenarnya maksud Ayahnya ngak gitu. Dari novel ini life value kita tentang orangtua banyak banget deh. Recommended!!!
3.     Compliatwin by Nauraini
Novel ini menceritakan tentang sepasang anak kembar yang bertolak belakang. Si cowok sangat pintar dan jenius, sedangkan si cewek pandai namun ngak dia sadari. Kedua anak itu saling berjuang buat kebahagian saudaranya. Tanpa disadari, kebahagian itu bukan yang sebenarnya kebahagian buat saudaranya. Karena masing-masing dari anak tersebut menahan impiannya untuk saudara.
Keren deh novel ini, sains nya dapet banget. Recommended laaah!!! Bagi yang cari-cari ide sains dapat lah disini.
4.      Rekontruksi by  Crowdstoria
Novel ini menceritakan tentang perselingkuhan dan suudut pandangnya. Tentang gimana sih menyikapi perselingkuhan, penyebab perselingkuhan, dan pandangan tentang sudut pandang perselingkuhan. Menurut novel ini perselingkuhan itu karena kurangnya komunikasi. Istrinya ini sangat keren menurutku. Panndai, cantik, pinter masak, paket complate lah. Namun si suami selingkuh, dikarenakan kurangnya komunikasi. Tanpa si suami sadari.
Novel ini sangat recommended buat kita-kita yang suka banget menghakimi cewek yang selinngkuh, padahal selingkuh terjadi karena dua pihak. Psikologi nnya dapet banget karena novel ini ada sumber-sumber yang berasal dari jurnal-jurnal langsung. Ayo baca supaya ngak jadi netizen ganas dan suka ngejudge.
5.     Tak Sejalan by Carissa94
Novel ini menceritakan tentang cewek dan cowok layaknya saat ini. Seorang cewek yang usil, jail, namun baik hati. Dan si cowok yang ngak bisa move on. Si cowok ini ditolak karena perbedaan kasta dengan orang yang dicinntainya. Sedangkan si cewek tiba-tiba mendapat hidayah untuk sedikit demi sedikit memperbaiki agamanya. Si cewek ini juga salah satu korban cinta.
Perjalanan hijrahnya keren, si cewek sangat mengambarkan sosok cewek-cewek cuek lah. Keren life value nya. Pelajaran agama dapat juga nih dalam novel ini. Baca yaaaa!!!

Itu guys beberapa rekomendasi novel yang keren menurutku. Ngak menye-menyelaaah. Banyak banget life value nya. Semoga bisa diterapin yang baik, dan yang buruk buat reminder tingkah kita supaya ngak begitu.
Happy reading and happy weekend guys J


Saturday, 5 May 2018

EGOIS? ngak zaman lah ya


Happy weekend guys, selamat bermalam minggu guys. Semoga hari ini menyenangkan guys. Bentar lagi ramadhan udah datang nih, sudah siap belum? Jangan lupa buat female yang punya tanggungan puasa segara diganti yaaa.
Sejujurnya saya bingung mau nulis apa hari ini. Tapi, ada satu topik yang berkeliaran nih di kepala saya sejak kemarin. Egois. Masing-masing dari manusia pasti punya sisi ini, sifat ini berguna banget dalam mempertahankan diri. Bener ngak? Sifat egoi pada dasarnya sifat bawaan yang pastinya dimiliki oleh tiap—tiap individu. Pernah ngak sih kita berprasangka kalau ada orang yang egois banget? Sering kali ya? Wkwk.
Pada dasarnya sifat egois itu terbagi jadi dua. Positive dan negative. Dalam berinteraksi dengan sesama kita, sifat ini sering banget muncul. Dan kadang tanpa kita sadari kalau sifat egois kita sudah berlebihan. Menjadi orang yang egois bisa dialami oleh siapa saja, dan kapan saja. Sifat ini tuh sering muncul ketika pribadi kita terancam. Sering nih buat-buat yang punya jiwa kepemimpinan yang tinggi pasti sifat ini sering banget muncul.
Ada anak yang terkadang ketika berpendapat tidak pandang bulu, to the point, dan tanpa memikirkan jangka pannjang dari pendapat atau tindakannya. Apakah menurut kalian egois? Menurutku anak tersebut belum sadar kalau dia itu egois, niatnya pun sebenarnya mulia, ingin membantu temannya. Salahnya dia, kurang berfikir panjang. Jadinya akibatnya kurang terfikirkan. Kalau ada  anak seperti iyu menurutku, tegur saja langsung tapi secara personal ya, jangan dihadapan orang banyak. Nanti jadinya dia akan berubah malah menjadi sosok yang pendiam atau sosok lain yang sangat berbeda.
Ada juga seseorang yang suka mempengarui, sosok ini tipikal anak yang suka memaksakan pendapatnya secara ngak sadar. Menurut kalian egois apa engga? Terkadang sifat egois tipe ini,  terbentuk karena keadaan. Keadaan yang menjadikan dia seperti itu. Seringnya mendapat sanjungan, atau seringnya mendapat pembenaran meski dia salah, seringnya orang mengikuti kata-katannya tanpa penolakan Dan nyatanya anak tersebut butuh suatu keadaan atau kejadian untuk membuatnya sadar.
Atau ada juga anak yang terlalu peduli, seloah dia yang selalu benar, tindakannya pasti benar. Egoiskah? Namun, terkadang anak-anak seperti ini kurang berfikiran panjang, apa akibat dari tindakannya. Sebenarnya niat anaknya bagus, bagus banget. Anak-anak seperti ini butuh teguran, butuh sosok yang mengingatkan.
Ada juga anak atau orang yang selalu menyamakan kekuatan dia dengan orang lain. Mengukur kekuatan orang lain sama dengan dia. Apakah egois? Menurutku masing-masing orang punya tolak ukur masing. Janganlah menyamakan kekutan orang lain dengan kekuatan kita. Kadang orang tipikal ini menganggap ketika dia bisa, orang lain juga bisa. Entah apapun caranya.
Masih banyak banget tipe-tipe anak egois lainnya. Sebenarnya egois itu baik ketika ditetapkan dikondisi yang baik pula. Sifat ini selalu ada dalam tiap-tiap manusia, tiggal bagaimana kita mengelolanya. Sifat negative egois harus banget kalau bisa dihilangkan. Menyusahkan tauk sifat tersebut. Yuk, mari punya siat egois namun tahu penempatan. Kapan egois itu harus ditekan, dan kapan egois itu tetap membara.
Saya menulis ini, bukan berati saya ngak punya sifat negative dari egois. Hanya membagi pengalaman dan mungkin bermanfaat, untuk mengingatkan seberapa egois kita. Makasiih
Happy satnight guys ~~~~  

Thursday, 3 May 2018

Generasi Komplain? Engga lah yaa


Selamat malam teman-teman. Eh udah banyak yang tidur ya? Atau ada yang masih ngerjain tugas? Besok udah Jum’at ya. Weekend udah dekat nih guys. O’ya yang cowok muslim besok jangan lupa sholat Jum’at ya, on time kalau bisa.
Hari ini Mita punya satu topik nih. Menyalahkan keadaan. Sering ngak sih kalian nyalahin keadaan? Atau ngeluh tentang keadaan yang sangat ngak kita harapin? Atau juga berharap mengulang waktu dan mendapatkan keadaan yang lain? Mungkin kalau ngak sering pernah kali ya? Haha. Kata orang manusiawi sih.
Menurut kalian kenapa sih kok bisa kata-kata atau pemikiran buat nyalahin keadaan tercetus? Kalau  dari yang sering aku lihat atau alami nih, keadaan ini sering terjadi ketika kita berada pada posisi yang sulit atau posisi yang mengancam kita. Bener ngak?
Menurutku nyalahin keadaan itu mirip-mirip atau sama mungkin ya dengan mengeluh. Dan mengeluh ujungnya pasti ngak bersyukur? Bener ngak?
Pernah nih, aku ngalamin suatu kejadian dimana aku belum tidur pada pukul 1 pagi, dan kemudian aku online. Tiba-tiba ada chat masuk dari Ayahku, ternyata beliau ngeliat status WA ku yang online. Dan ceritalah aku bahwa aku dapat tugas dan kelompokknya ngak ngenakin, kemudian dengan sok dramanya aku juga bilang kalau aku besok kuliah pagi. Jam 8. Niatnya sih, cari simpati gitu haha. Eh tak taunya, aku malah ditegur sama Ayahku. Kata-katanya sih ngak dalam bentuk marahan, tapi ngena. Haha. Kata beliau, cerita ku tadi mengindikasikan kalau aku tuh ngeluh, dan ngak bersyukur. Dari pada sibuk nyalahin keadaan, kenapa ngak kita ngubah keadaan itu. Menimbulkan respect dari orang-orang tersebut supaya membantu, eiiittsss tapi bukan dengan cara merendahkan diri ya. Merendahkan diri dengan meminta-minta dan mengemis-ngemis bantuan. It’s not sense.
Entah secara sadar atau ngak, ketika posisi kita terancam, kita sering banget nyalahin keadaan dan sibuk berandai-andai. Andaikan kalau aku ngak ikut, andaikan kalau mereka sama niatnya kek aku, andaikan kalau aku ngakk sekelompok sama mereka, dan berbagai pengandaian yang lain. Tapi bukankah ujung dari pengandaian kita ngak guna ya? Buang-buang waktu gitu?
Merasa kurang waktu? Pernah merasakan? Sering ya. Apalagi kalau tugas pas deadline dan belum selesai, pasti mikirnya ah kurang lama nih durasi ngerjainnya. Sadar ngak sih, kalau sebenarnya waktu kita banyak. Tapi kita yang kurang manfaatinnya. Pernah pagi-pagi sekitar jam 4, kakak ku telfon buat ngingetin bangun, niatnya sih sekalian ngecheck apakah sholatku tertib. Haha. Kemudian, dengan suara-suara orang ngantuk aku ngejawab, kalau aku kemarin tidur malam gara-gara ada tugas yang deadline dadakan. Eh paginya, aku dikirimi video tentang menyia-nyiakan waktu. Isinya tentang kita yang buang-buang waktu berjam-jam dengan scrool sosial media terutama instagram. Dan emang sia-sia sih. Haha.
Mungkin dari kita berkata menyalahkan keadaan, atau komplain dengan keadaan atau berandai-andai secara tidak sengaja. Niatnya juga ngak begitu, namun rasa jengkel dan emosi yang mendominasi akhirnya tercetuslah pemikiran itu. Tapi ingat guys, itu salah satu bentuk dari kurangnya rasa syukur kita. Orang lain yang jauh lebih sibuk dari kita saja bisa, kenapa kita tidak? Bukannya waktu sama-sama 24 jam ya? Dari pada sibuk buat menyalahkn keadaan apalagi hingga mengemis-ngemis pertolongan pada sesama manusia, lebih baik kita push tenaga dan otak kita untuk berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan tanggung jawab kita. Lantas diam, agar pahala kita tetap dan ngak berkurang. Ngomel, menyalahkan keadaan dan bala-balanya, bukankah menghabiskan energi kita ya? Malah lebih indah kalau energi itu kita buat untuk kegiatan yang lebih baik bukan.
Btw, aku menulis ini bukan karena aku sudah bisa menahan rasa untuk tidak menyalahkan keadaan, ataupun protes, ataupun sudah berhenti untuk berandai-andai. Melainkan untuk berbagi, dan sebagai self reminder ku. Kalau ada salahnya maapin ya guys. Selamat malam. Untuk yang islam jangan lupa Al-Kahfi nya yaaaa. See youuuuuuu

Wednesday, 2 May 2018

Aku dan 16 tahun Pengalamanku


Selamat malam guys, semoga hari ini menyenangkan guys. Selamat hari Pendidikan Nasional juga guys. Hari ini Mita mau bahas tentang pendidikan Nasional selama 16 tahun dalam pendidikan Indonesia. Sebagai obyek yaah guys, bukan sebagai subyek.
Dalam 16 tahun yang sudah aku lalui nih, dari  TK hingga jadi mahasiswa semester 4 di sebuah Perguruan Tinggi Nasional. Banyak banget pengalaman yang aku lalui. Mulai dari SD dimana adanya aturan bahwa masuk SD harus minimal usia nya 7 tahun. Wholaaaa, banyak banget teman-teman yang ngak bisa masuk SD, pada akhirnya kembali ke TK. Tapi tak apalah demi kebaikan psikologi juga haha. Ini positive nih haha.
Kemudian diwaktu aku SD kelas 6, terdapat uji coba baru nih, diamana sistem Ujian Nasional memperkenalkan sistem 5 paket. Wholaaaa, mungkin lebih baik yesh. Namun, dalam segi pelaksanaan banyak banget gaes kecurangannya. Selain itu, sistem 20 paket yang baru nih terdapat beberapa kerancuan dan membuat psikologi kita sebagai siswa yang ujian agak gimana gitu. Terkadang bukan malah memotivasi, tetapi malah menjadikan UNAS sebagai beban. Padahal, tanpa dibilangin bahwa ujian kali ini 5 paket, tugas kita tetap belajar bukan?
Diwaktu SMP, uji coba baru dilakukan lagi. Sistem ujian nasional dibuat dengan jumlah paket sebanyak 20 paket. Mental semakin diuji, seperti beban dijatuhkan pada kita. Ancaman kelulusan semakin menghantui. Prakteknya, ujian 20 paket tersebut tidaklah nyata, nyatanya yang membedakan dari tiap-tiap paket tersebut terletak pada pengacakan nomor. How poor we are!. Praktek kecurangan juga tak terelakkan lagi, calo-calo kunci jawaban buanyak banget. Sebaran SMS untuk membeli kunci dengan harga puluhan ribu hingga ratusan ribu gencar juga berkeliaran di SMS. Layaknya sebuah momok bagi anak-anak yang mengutamakan kejujuran.  
Diwaktu SMA sistem Ujian Nasional kembali mengalami perubahan. Sistem CBT (Computer Base Test) diperkenalkan. Akibatnya, ujian yang dilakukan tidak bisa dilakukan secara serentak. Dalam prakteknya kecurangan tentunya semakin menjadi. Pada hari pertama PBT (Paper Base Test) dilakukan dengan dua kali mata pelajaran, anak CBT hanya sekali ujian. Akibatnya soal PBT yang keluar menyebar secara cepat. Tentunya hal ini sangat merugikan anak-anak ujian berbasis PBT. So sad i am. Bebannya bukan tentang besok ujian apa, melainkan besok apakah terjadi kecurangan lagi? Selain itu, ketakutan-ketakutan nilai dibawah standart. Rasa iri dan merasa diboongin. Huaaaa. Rasanya parah banget waktu SMA ini, rasa di bohongi, dicurangi, ngak terima.
Yah berbagai sistem sudah aku lalui, perubahan kurikulum di waktu SMA dari pencabutan sistem RSBI, kemudian sekolah Axel yang juga ngak diperbolehkan diganti dengan sistem kredit semester, kemudian kurikulum 2006 yang diganti dengan kurikulum 2013. Banyak kontroversi yang terjadi. So sad. Pergantian kurikulum ini tentunya tidak bisa serentak, faktanya test masuk perguruan tinggi dilakukan dengan soal yang sama. Faktanya dengan kurikulum yang berbeda, memiliki tingkat penyampaian yang ngak sama.
Oh banyak banget 16 tahun pengalaman yang dialami. Harapannya bagi sistem pendidikan Indonesia dimasa depan, Indonesia memiliki sitem pendidikan yang benar-benar sudah dipersiapkan. Sistem pendidikan yang berangkat dari evalusi-evaluasi yang ada, bukan berangkat dari sistem baru yang masih diuji cobakan. Sebagi obyek dari sistem pendidikan Indonesia, berkaca dengan sistem pendidikan Finlandia baik, namun apakah sesuai jika diterapkan di kultur Indonesia? Sistem yang baik sistem yang penerapanya memperhatikan kultur, karakteristik dan sasarannya.  


Terlepas dari baik dan buruk, Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga Pendidikan Nasional menjadi bail dan lebih baik lagi dan lagi.

Tuesday, 1 May 2018

Industri 4.O


Industri 4.O
Saat ini seringkali seminar-seminar diadakan dengan tujuan memperkenalkan industri 4.O. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan industri 4.O?
Hingga saat ini, dunia sudah mengalami empat kali revolusi industri. Apa sih yang dimakssud dengan revolusi industri? Revolusi industri adalah perubahan besar, secara cepat, radikal, yang mempengarui corak kehidupan manusia. perubahan tenaga manusia menjadi tenaga mesin.
Revolusi indutri pertama, terjadi pada tahun 1750 hingga 1850. Perubahan-perubahan ini terjadi dalam beberapa bidang, meliputi : pertanian, industri, tranportasi, dan teknologi. Industri ini diperkenalkan pada Britania Raya yang kemudian menyebar keseluruh daratan Eropa hingga dunia. Revolusi industri kedua, terjadi pada antara abad 19 dan abad 20. Revolusi industri dua ini juga disebut sebagao revolusi teknologi. Konsep ini pertama kali diperkenalkan di daratan Amerika kemudian diikuti negara-negara Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, Italia dan Benelux yang kemudian menyebar keseluruh penjuru dunia. Revolusi ini memunculkan kereta api dengan pemasangan rel antar kota, telekomunasi telegraf, munculnya listrik, dan lain-lain. Revolusi industri ketiga terjadi pada tahun 1969 di Amerika Serikat. Revolusi ini disebut juga sebagai revolusi digital. Ditandai dengan penggunaan mesin industri sebagai pengganti tenaga manusia. revolusi ini mengubah pola relasi dan komunikasi antar manusia menjadi kontemporer. Dan saat ini dunia tengah mengalami revolusi industri yang ke empat. Apakah revolusi industri 4.O?
Revolusi industri 4.O merupakan istilah yang disebutkan untuk revolusi industri yang ke-4. Dalam revolusi ini, merupakan gabungan dari revolusi industri ke-2 dan ke-3. Ditandai dengan penggunaan mesin dan internet secara bersamaan. Konsep revolusi ini diperkenalkan di sektor industri Jerman yang kemudian menyebar ke pelosok dunia. Industri ini mengarah kepada istilah IOT atau Internet for everything, atau industrial internet. Saat ini, industri berkembang secara pesat dengan merangkul teknologi informasi yang modern, dimana sejak tahun 1970 industri informasi dan elektornik bekerja bersama-sama.
Saat ini dengan adanya revolusi industri 4.O semakian menyamarkan batasan-batasan antara dunia nyata dan dunia virtual atau istilah asingnya cyber-physical productions systems. Dengan demikian mesin-mesin industri akan terhubung dengan internet layaknya sebuah jaringan sosial. Tentunya hal ini akan memiliki dampak dengan berkurangnya tenaga manusia yang akan digunakan. Sebagai contoh mesin akan membagikan informasi tentang jumlah ketersediaan, masalah, atau kesalahan. Proses dan target akan berkoordinasi secara langsung dengan tujuan efisiensi dan pengoptimalan waktuu.
Ruang lingkup dari industri 4.0 meliputi smart mobile, smart bilding, smart homes, social web, business web, smart logistics, smart grid, dll.
Terdapat beberapa ciri dari industri 4.0, meliputi :
1.       Robotic Automation
Pada industri 4.0, penggunaan tenaga manusia akan digantikan dengan tenaga robot. Hal ini dikarenakan tenaga robot dianggap lebih efisien dan efektif. Selain itu, kecerobohan-kecerobohan yang dilakukan manusia dianggap dapat diminimalisir. Dan hasil akhirnya akan memangkas biaya produksi.
2.       3D printers.
Saat ini, printer yang akrab dengan dunia kita adalah printter 2d. Namun, dengan perkembangan zaman, printer 3d saat ini sudah ada keberadaannya. Tidak dipungkiri dengan keberadaan printer 3D dapat mencetak bentuk-bentuk 3D sesuai keinginan manusia, seperti: baju, gelas, piring dll.
3.       IOT
Saat ini, hampir semua kegiatan berbasis digital. Seiring dengan kecepatan internet yang semakin berkembang pesat, tidak memungkiri bahwa dunia digital semakin berekspansi. Saat ini, telah diciptakan teknologi yang mengantikan keberadaan manusia. seperti, teknologi memberi makan ternak secara otomatis, dan swalayan tanpa kasir. Diamana teknologi ini terhubung dengan smartphone yang hampir dimiliki setiap orang.
4.       Data of Things
Kebiasaan-kebiasaan yang kita lakukan diinternet akan menjadi data kebiasaan atau kesukaan kita. Sebagai contoh, jenis makanan yang sering kita pesan dengan gojek. Kemudian data facebook yang disalahgunakan untuk pilpres Amerika Serikat.
Berkembangnya revolusi industri tentunya memiliki dampak positive dan negative. Perkembangan ini tidaklah dapat dihindari, dan tentunya kita harus selalu mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Apalagi dengan revolusi industri akan mempengarui sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan kita. Revolusi industri tentunya mengancam jumlah lapangan pekerjaan yang ada. Dimana, lawan kita adalah mesin-mesin industri.



Referensi :


DEWASA!!!


Selamat Pagi guys. Haha. Cukup lama ngak posting ya? Ada yang kangen dengan tulisan Mita? Kalau kangen commend ya. Haha.
Kali ini aku punya bahasan yang saat ini kurang dimiliki remaja zaman now. Aku menulis ini pun, bukan seolah aku sudah memiliki sifat itu guys. Ku hanya berbagi, berdasar pengalaman ku seminggu ini haha.
Aku mengalami suatu kejadian, dan dalam kejadian itu problem solving nya butuh kerja keras, konsistensi, dan kedewasaan. Why? Ya pokoknya begitulah haha.
Menurut kalian berfikir dewasa itu apa sih guys? Haruskah menjadi tua baru kita dewasa? Ataukah setiap usia itu harus berfikir dewasa? Kalau menurutku sih, dewasa itu kewajiban. Tak peduli  usiamu berapa atau kamu siapa. Tapi, dewasa sesuai porsinya dan sesuai keperuntukkannya.
Adikku masih kecil, namun kata  Ayah dia harus berfikir dewasa. Tapi, dewasa adekku dan aku tentunya berbeda guys. Adikku sudah dianggap dewasa, ketika dia manu mengalah memberikan mainannya secara bergantian pada sepupuku yang leih kecil. Adekku juga sudah dianggap dewasa ketika ia mengakui kesalahannya. Lantas, apakah adikku selalu dituntut berfikir dewasa? Jawabannya tidak, adekku ya tetap adek yang tentunya usianya jauh dibawahku. Kata Ayah membuat kesalahan itu wajar, mengulanginya yang tak wajar. Penyesalan itu boleh dan harus, tapi berkubang dengan penyelan itu namanya menyia-nyiakan kesempatan.
Dewasa menurutku untukku saat ini, ketika kita mempunyai masalah dan mencari solusi bukan mencari pembelaan dengan menyalahkan keadaan. Mungkin, ketika ada  orang yang tak sesuai dengan presepsi kita, maka tunjukkan kebenarannya, lalu cari solusinya. Karena goal dari setiap permasalahan adalah solusi. Orang punya presepsi yang berbeda dengan kita, itu wajar karena manusia. Tapi, orang yang selalu mencari pembelaan itu namanya cari aman dan ngak dewasa!
Selain itu, dewasa menurutku ketika kita memiliki masalah dan menyelesaikannya dengan seminimal mungkin melibatkan orang-orang yang tidak berhubungan dengan masalah kita. Why? Apakah masalah kita tidak membebani orang tersebut, bagaimana kalau masalah dia jauh lebih berat dibandingkan dengan masalah kita? Atau malah menimbulkan kesalahpahaman karena dia berbeda posisi dengan kita.  
Tapi, bagaimana kalau orang itu benar-benar peduli dengan kita? Kalau menurutku bolehlah berbagi, tapi jangan mengantungkan pennyelesaiannya dengan berharap pada orang lain. It’s not sense. Kita sama-sama punya kesempatan buat menyelesaikan bukan?
Dari suatu masalah pastinya banyak hal yang kita pelajari. Meski sakit, tapi efeknya jauh lebih besar. Pendewasaan sangat diperlukan bukan dalam menghadapi masalah. Tapi ingat, ketika orang lain punya masalah yang sama dengan yang pernah kamu alami, jangan selalu samakan. Kita bukan dia, begitupun dia bukan kita. Kita dua individu yang berbeda, tentunya punya akal, hati, dan naluri yang berbeda.
Kutuliskan ini, bukan semata-mata aku sudah dewasa. Hanya niat berbagi “dewasa” menurut aku.
Happy holiday~~~~