Selamat siang guys, lama ya tak bersua.Kali
ini aku mau menulis tentang pengalaman PKM. Ada yang tau PKM itu apa?
Sebenarnya ini bukan tentang
pengalamanku, tetapi pengalaman temanku yang lolos PIMNAS 2 kali
berturut-turut. Tahun lalu PIMNAS diselenggarakan di Makasar tepatnya di Universitas
Muslim Indonesia, dan tahun ini diselenggarakan di Univertas Negeri Yogyakarta.
Cekidot pengalaman dari temenku.
Namanya Nur Rohma Wulandari, dia
sekarang menginjak semester 5 di salah satu Politeknik Negeri di Surabaya. Wulan
atau biasa di panggil telah mengikuti ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional
sebanyak 2 kali. Pada tahun pertama, Wulan lolos mengikuti PIMNAS yang
diselenggarakan di UMI, bersama 4 orang anggota timnya Wulan berangkat ke
Makasar.
Pada tahun kedua di bangku perkuliahan,
Wulan bersama 2 anggota timnya lolos lagi dalam PIMNAS 2018 yang diadakan di
Universitas Negeri Yogyakarta. Di tahun
ini juga, Wulan bersama timnya mendapatkan satu medali emas dalam bidang presentasi
dan satu medali perungu dalam bidang poster.
Menurut Wulan PIMNAS merukapan
ajang yang sangat menyennangkan, banyak manfaat yang di dapat dari mengikuti
PIMNAS. “Bertemu mahasiswa dari seluruh Indonesia, kemuudia kita harus
bekerjasama dengan dosen untuk memberikan yang terbaik bagi kampus. Selain itu,
kita bisa mengenal lebih dekat dan berjuang bersama-sama dengan teman satu
kampus yang bahkan awalnya kita nggak kenal.”
Menjadi perwakilan kampus tentunya
merupakan salah satu moment yang sangat
membanggakan, dan tentunya kita semua mengakuinya. Namun, tentunya menjadi
bagian dari PIMNAS diperlukan perrjuangan ekstra. Tidak mungkin dengan
leha-leha bisa membanggakan kampus. Ups
Wulan memaparkan hal-hal yang sangat
perlu diperhatikan ketika mengikuti PIMNAS selain ide yang keren tentunya
penulisan proposal, penulisan laporan dan penulisan karya ilmiah harus
benar-benar di perhatikan. Selain itu mewujudkan ide yang awalnya dalam benttuk
proposal menjadi suatu alat (dalam hal ini Wulan masuk dalam kategori KC)
tentunya di butuhkan juga perjuangan yang ekstra. Revisi dari dosen pembimbing
PKM tentunya menjadi santapan sehari-hari setelah proposal dinyatakan lolos
dalam pendanaan.
Tentunya perjuangan itu sangan
berimbang ketika bisa menjadi bagian dari event besar PIMNAS. Sangat terbayarkan.
“Tentunya sangat terbayarkan perjangannya, saat hari H banyak banget hal yang
baru dan tentunya menambah pengalaman baru buat saya” Papar Wulan
Banyak cerita-cerita lucu yang
terjadi setelah PIMNAS dalam hal ini setelah pengumuman “Satu hari setelah
pengumuman, merupakan moment dimana kita diajak liburan haha” Wulan menceritakan
dalam liburan ini, dia diajak untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata di
daerah sekitar PIMNAS dan juga mendapatkan teman beda jurusan. Pengalaman seru
dan unik selama mengunjungi tempat
wisata adalah moment yang membahagiakan. “Menyenangkan banget, apalagi ini
liburan gratis. Ke Makasar dan ke Yogyakarta.” Ucapnya sambil tersenyum.
Sebagai salah satu mahasiswa yang
mengikuti PIMNAS, tentunya Wulan berharap agar semua mahasiswa mau dan niat
untuk mengajukan idenya yang dikepala dan diwujudkan dalam proposal untuk
diajukan dalam PKM. Dengan manfaat yang didapatkan tenntunya perjuangan yang dilakukan
sangat terbayarkan.
0 comments:
Post a Comment