Monday, 24 September 2018

PKM-Ajang Pamer Kreativitas Mahasiswa


Selamat siang guys, lama ya tak bersua.Kali ini  aku mau menulis tentang pengalaman PKM.  Ada yang tau PKM itu apa?
Sebenarnya ini bukan tentang pengalamanku, tetapi pengalaman temanku yang lolos PIMNAS 2 kali berturut-turut. Tahun lalu PIMNAS diselenggarakan di Makasar tepatnya di Universitas Muslim Indonesia, dan tahun ini diselenggarakan di Univertas Negeri Yogyakarta.
Cekidot pengalaman dari temenku.
Namanya Nur Rohma Wulandari, dia sekarang menginjak semester 5 di salah satu Politeknik Negeri di Surabaya. Wulan atau biasa di panggil telah mengikuti ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional sebanyak 2 kali. Pada tahun pertama, Wulan lolos mengikuti PIMNAS yang diselenggarakan di UMI, bersama 4 orang anggota timnya Wulan berangkat ke Makasar.
Pada tahun kedua di bangku perkuliahan, Wulan bersama 2 anggota timnya lolos lagi dalam PIMNAS 2018 yang diadakan di Universitas Negeri Yogyakarta. Di  tahun ini juga, Wulan bersama timnya mendapatkan satu medali emas dalam bidang presentasi dan satu medali perungu dalam bidang poster.
Menurut Wulan PIMNAS merukapan ajang yang sangat menyennangkan, banyak manfaat yang di dapat dari mengikuti PIMNAS. “Bertemu mahasiswa dari seluruh Indonesia, kemuudia kita harus bekerjasama dengan dosen untuk memberikan yang terbaik bagi kampus. Selain itu, kita bisa mengenal lebih dekat dan berjuang bersama-sama dengan teman satu kampus yang bahkan awalnya kita nggak kenal.”
Menjadi perwakilan kampus tentunya merupakan salah satu moment  yang sangat membanggakan, dan tentunya kita semua mengakuinya. Namun, tentunya menjadi bagian dari PIMNAS diperlukan perrjuangan ekstra. Tidak mungkin dengan leha-leha bisa membanggakan kampus. Ups
Wulan memaparkan hal-hal yang sangat perlu diperhatikan ketika mengikuti PIMNAS selain ide yang keren tentunya penulisan proposal, penulisan laporan dan penulisan karya ilmiah harus benar-benar di perhatikan. Selain itu mewujudkan ide yang awalnya dalam benttuk proposal menjadi suatu alat (dalam hal ini Wulan masuk dalam kategori KC) tentunya di butuhkan juga perjuangan yang ekstra. Revisi dari dosen pembimbing PKM tentunya menjadi santapan sehari-hari setelah proposal dinyatakan lolos dalam pendanaan.
Tentunya perjuangan itu sangan berimbang ketika bisa menjadi bagian dari event besar PIMNAS. Sangat terbayarkan. “Tentunya sangat terbayarkan perjangannya, saat hari H banyak banget hal yang baru dan tentunya menambah pengalaman baru buat saya” Papar Wulan
Banyak cerita-cerita lucu yang terjadi setelah PIMNAS dalam hal ini setelah pengumuman “Satu hari setelah pengumuman, merupakan moment dimana kita diajak liburan haha” Wulan menceritakan dalam liburan ini, dia diajak untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata di daerah sekitar PIMNAS dan juga mendapatkan teman beda jurusan. Pengalaman seru dan unik selama mengunjungi  tempat wisata adalah moment yang membahagiakan. “Menyenangkan banget, apalagi ini liburan gratis. Ke Makasar dan ke Yogyakarta.” Ucapnya sambil tersenyum.
Sebagai salah satu mahasiswa yang mengikuti PIMNAS, tentunya Wulan berharap agar semua mahasiswa mau dan niat untuk mengajukan idenya yang dikepala dan diwujudkan dalam proposal untuk diajukan dalam PKM. Dengan manfaat yang didapatkan tenntunya perjuangan yang dilakukan sangat  terbayarkan.

0 comments:

Post a Comment