2019 adalah tahun politik. Tahun pemilihan untuk memilih jajaran Eksekutif
dan jajaran Legislatif yang baru. Jajaran Eksekutif untuk memilih Presiden dan
Wakil Presiden, yang tentunya akan dibantu oleh menteri-menteri negara.
Sedangkan, jajaran Legislatif uuntuk memilih anggota DPR, DPRD, dan anggota
DPD. Obrolan politik menghiasi jagad Indonesia, dari obrolan santai warung kopi
hingga bapak-bapak berdasi. Timeline sosial media juga penuh dengan
kampanye, mengunggulkan diri dari masing-masing calon yang dijagokan. Tapi,
bukankah kita tahu apa yang diobrolkan atau wara-wari ditimeline kita belum
tentu benar atau sesuai dengan fakta yang ada?
Mengingat kita semua tahu dalam era digital ini betapa informasi menyebar
dengan sangat cepat. Bahkan dalam hitungan detik misalnya, berita atau
informasi yang diupload di akun lambu turah dalam hitungan detik sudah mendapat
ribuan like. Sebagai millineals, tentunya kita tidak boleh menelan informasi
dari masing-masing kandidat dengan mentah-mentah. Jangan mudah baper dan
terbawa arus dengan informasi yang masuk. Hoaxpun bisa jadi bahan kampanye
bukan? Berikut adalah tips memilih untuk para milinealls.
1. Ketahui Visi-Misi
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum 17 April 2019 adalah tau
visi-misi dari masing-masing calon. Ngga butuh waktu lama kok buat cari
visi-misi dari para calon ini. Lalu sesuaikan dengan kondisi disekitar kita,
visi mana yang pas untuk menjadi pemimpin dengan keadaan yang seperti ini. Oh
iya, jangan berhenti dengan memilih visi aja, tapi mencocokkan juga apakah
misinya sesuai dengan visi yang dibuat.
2. Verifikasi Visi-Misi yang ada
Sebagai kaum millineals tentunya kita nggak boleh dong berhenti dengan
mencari visi-misi aja. Langkah yang harus kita lakukan adalah memverifikasi
visi-misi tersebut dengan data yang ada. Apakah kira-kira calon pemimpin itu
mampu mewujudkan visi-misi tersebut. Cara melihatnya mudah kok, lihat
background atau track record dari masing-masing calon. Di internet banyak tuh
profil probadi dari masing-masing calon. Sempatin ya.
3. Tetapkan Satu Pilihan, tapi jangan Fanastisme
Setiap orang bebas punya pilihan atau asumsi tentang masing-masing calon.
Sebagai millineals boleh lah kita memihak pada satu pilihan, tapi juga jangan
fanastis. Membenarkan, buta akan kesalahan calon juga memaksakan kehendak pada
orang lain supaya sama pilihannya itu bukan millenials banget. Jika sudah
mantap akan satu pilihan, dukung dengan cara memilih pilihanmu, dan jangan lupa
buat kawal proses pemilu ini dengan baik.
4. Siapapun yang menang, dukung pemimpin tersebut.
Dalam proses pemilihan tentunya ada yang menang dan ada yang kalah. Apabila
pilihanmu kalah, sebagai millineals tentunya harus berlapang dada. Siapapun
yang jadi, ialah yang harus kita dukung. Dia pemimpin kita loh, representasi dari
kita-kita nih, Bangsa Indonesia. Sewajibnya kita harus mendukung dan mengawal
jalannya pemerintahan. Memberikan saran dengan baik, bukan judge, merendahkan
atau parahnya malah mencaci, di sosial media lagi. Mari kita bersatu-padu untuk
membangun Indonesia lebih baik.
Memilih pemimpin itu bukan hal yang sederhana. Lima tahun loh mereka
memimpin kita, manduduki tahta di kursi pemerintahan sebagai wakil kita didunia
internasional. Tentunya kebijakan-kebijakan yang dibuat entah langsung atau
tidak langsung bakal mempengaruhi kita. Jadi jangan asal memilih ya, apalagi
milih atas hati tanpa verifikasi. Jadi, sudahkah meluangkan waktumu untuk
memverifikasi pilihanmu? Untuk lima tahun loh ini, jangan main-main.
0 comments:
Post a Comment