Monday, 6 July 2020

5 Channel YouTube yang Wajib Ditonton Millenials, Dijamin Gak Bikin Bosen!

Ada yang suka nonton Youtube? Youtube sekarang menjadi salah satu media pembelajaran yang keren dan gratis pastinya. Platform ini menyediakan berbagai macam jenis konten, dari informasi pendidikan hingga informasi hiburan. Semua orang bisa mengakses media sosial ini dimanapun dan kapanpun dengan menyesuaikan konten yang dicari pula. Berikut adalah 5 channel youtube dengan obrolan-obrolan santai dan inspiratif yang bisa dijadikan sebagai sumber inpirasi untuk menemani waktu luangmu. Jangan lupa tonton, ya!

1. Menjadi Manusia


Salah satu channel YouTube keren lokal adalah Menjadi Manusia. Disini tersedia berbagai macam konten yang dapat membantumu memahami berbagai perspektif manusia. Banyak dari kita yang juga memandang rendah perihal kesehatan mental, YouTube channel ini memberikan pemikiran berbeda, dan memberikan pandangan terhadap setiap permasalahan dalam kehidupan. Cerita-cerita inspiratif juga dihadirkan dalam channel ini juga loh. Tonton deh, biar lebih bisa menghargai orang lain!

2. Arief Muhammad 


Arief Muhammad Channel YouTube ini kontennya bersifat daily vlog. Berbagai macam konten tersedia disini, dari vlog receh, vlog traveling, hingga vlog inspiratif dengan menghadirkan sosok-sosok keren ada juga disini. Konten Arief Muhammad juga banyak memuat kebersamaannya dengan istrinya, para asistennnya, maupun partner berbisnisnya. Seru dan kocak abis deh. Buat kalian yang suka receh, channel ini rekomendasi banget deh. Editannya juga keren loh!

3. TedX Talks 


Pengguna YouTube pasti seringlah melihat channel YouTube ini berkeliaran diberanda kita. Channel ini berisikan konten-konten dari tokoh-tokoh inspiratif dari seluruh dunia. Di Indonesia TedX ini sudah mulai diadopsi loh, seperti TEDxBAndung dan TEDxSurabaya, yang tentunya pembicaranya tokoh-tokoh keren yang cocok buat inspirasi dari seluruh penjuru Indonesia. Tontoh deh, banyak banget manfaatnya!

4. Benazio Putra


Kehidupan setelah lulus itu menggalaukan. Apalagi buat yang belum dapat kerja, atau masih menunggu penerimaan beasiswa. Aktivitas tentunya berubah. Nah, channel ini membagikan konten tentang tips-tips jitu buat melamar kerja. Bermanfaat banget deh buat kalian para fresh graduated!

5. The School Of Life



Banyak gak sih pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di otakmu, tetapi jawabannya tidak kalian temukan di bangku sekolah ataupun buku? Misal nih, kenapa sih ada orang yang selingkuh? Nah channel ini menyediakan jawabannya. Konten-konten yang dihadirkan seputar pembahasan mengenai filsafat, psikoterapi, sastra, seni, pekerjaan dan yang lainnya. Disini juga tersedia kurikulum sepertihalnya sekolah loh! Ga rugi deh nonton channel ini! 
Nah itulah 5 rekomendasi Channel YouTube inspiratif yang wajib kalian tonton. Mana nih yang udah kalian tonton berulang-ulang?

Friday, 15 March 2019

Toefl preparations Skill 2 -- Be Caraful of objects of prepositions


Be Caraful of objects of prepositions
A preposition is followed by a noun, pronoun, gerund or noun clause that is called an object of the preposition. If a word is an object of a preposition, it is not the subject
The example of object of prepositions :
With his friend he found the movie theater

Exercise :
__ 1. The interviews by radio broadcasters were carried live by the station.
__ 2. In the last possible moment before take off took his seat in the airplane.
__ 3. At the neigborhood flower shop, flowers in quantities of a dozen or a half dozen can be delivered for free.
__ 4. The progessive reading methods at this school are given credit for the improved test scores.
__ 5. For the last three years at various hospitals in the country has been practicing medicine.
__ 6. In the past a career in politics was not considered acceptable in some circles.
__ 7. Shopping in the downtown area of the city it has improved a lot in recent years.
__ 8. At the building  site the carpenters with the most experience were given the most intricate work.
__ 9. For the fever and headache took two aspirin tablets.
__ 10. The report with the complete documentation was delivered at the conference.

The Answers
C 1. The interviews by radio broadcasters were carried live by the station.
I 2. In the last possible moment before take off took his seat in the airplane. (No subject)
C  3. At the neigborhood flower shop, flowers in quantities of a dozen or a half dozen can be delivered for free.
C 4. The progessive reading methods at this school are given credit for the improved test scores.
I  5. For the last three years at various hospitals in the country has been practicing medicine. (no subject)
C 6. In the past a career in politics was not considered acceptable in some circles.
I 7. Shopping in the downtown area of the city it has improved a lot in recent years. (double sujcets)
C 8. At the building  site the carpenters with the most experience were given the most intricate work.
I 9. For the fever and headache took two aspirin tablets. (no subject)
C 10. The report with the complete documentation was delivered at the conference.


Tuesday, 12 March 2019

TOEFL Preparation Skill 1: Be Sure The Sentence Has Subject and a Verb

Subject and verbs 
a sentence in english must have at least one subject and one verb 

exercise 1: 
__     1. Last week went fishing for trout at the nearby mountain lake 
__     2. A schedule of the day's events can be optained at the front desk. 
__     3. a job on the day shift or the night shift at the plant available 
__     4. The new computer program has provides a variety of helpful applications.
__     5. The box can be opened only with special screwdriver
__     6. The assigned text for history class it contains more than twenty chapters.
__     7. The papers in the wastebasket should be emptied into the trash can outside
__     8. Departure before dawn on a boat in the middle of the harbour
__     9. Yesterday found an interesting article on pollution 
__     10. The new machines processes 50 persent more than the previous machine. 

The Answer 
 I       1. Last week went fishing for trout at the nearby mountain lake (No subject) 
 C     2. A schedule of the day's events can be optained at the front desk. 
 I       3. a job on the day shift or the night shift at the plant available (No Verb)
 I       4. The new computer program has provides a variety of helpful applications.(has provided) 
C      5. The box can be opened only with special screwdriver
 I      6. The assigned text for history class it contains more than twenty chapters.(double verb)
 C      7. The papers in the wastebasket should be emptied into the trash can outside
 I     8. Departure before dawn on a boat in the middle of the harbour (no verb)
  I     9. Yesterday found an interesting article on pollution (no subject)
 C      10. The new machines processes 50 persent more than the previous machine. 

Wednesday, 6 March 2019

Tips Memilih Pemimpin

2019 adalah tahun politik. Tahun pemilihan untuk memilih jajaran Eksekutif dan jajaran Legislatif yang baru. Jajaran Eksekutif untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, yang tentunya akan dibantu oleh menteri-menteri negara. Sedangkan, jajaran Legislatif uuntuk memilih anggota DPR, DPRD, dan anggota DPD. Obrolan politik menghiasi jagad Indonesia, dari obrolan santai warung kopi hingga  bapak-bapak berdasi. Timeline sosial media juga penuh dengan kampanye, mengunggulkan diri dari masing-masing calon yang dijagokan. Tapi, bukankah kita tahu apa yang diobrolkan atau wara-wari ditimeline kita belum tentu benar atau sesuai dengan fakta yang ada? 
Mengingat kita semua tahu dalam era digital ini betapa informasi menyebar dengan sangat cepat. Bahkan dalam hitungan detik misalnya, berita atau informasi yang diupload di akun lambu turah dalam hitungan detik sudah mendapat ribuan like. Sebagai millineals, tentunya kita tidak boleh menelan informasi dari masing-masing kandidat dengan mentah-mentah. Jangan mudah baper dan terbawa arus dengan informasi yang masuk. Hoaxpun bisa jadi bahan kampanye bukan? Berikut adalah tips memilih untuk para milinealls. 
1. Ketahui Visi-Misi 
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum 17 April 2019 adalah tau visi-misi dari masing-masing calon. Ngga butuh waktu lama kok buat cari visi-misi dari para calon ini. Lalu sesuaikan dengan kondisi disekitar kita, visi mana yang pas untuk menjadi pemimpin dengan keadaan yang seperti ini. Oh iya, jangan berhenti dengan memilih visi aja, tapi mencocokkan juga apakah misinya sesuai dengan visi yang dibuat. 
2. Verifikasi Visi-Misi yang ada 
Sebagai kaum millineals tentunya kita nggak boleh dong berhenti dengan mencari visi-misi aja. Langkah yang harus kita lakukan adalah memverifikasi visi-misi tersebut dengan data yang ada. Apakah kira-kira calon pemimpin itu mampu mewujudkan visi-misi tersebut. Cara melihatnya mudah kok, lihat background atau track record dari masing-masing calon. Di internet banyak tuh profil probadi dari masing-masing calon. Sempatin ya. 
3. Tetapkan Satu Pilihan, tapi jangan Fanastisme 
Setiap orang bebas punya pilihan atau asumsi tentang masing-masing calon. Sebagai millineals boleh lah kita memihak pada satu pilihan, tapi juga jangan fanastis. Membenarkan, buta akan kesalahan calon juga memaksakan kehendak pada orang lain supaya sama pilihannya itu bukan millenials banget. Jika sudah mantap akan satu pilihan, dukung dengan cara memilih pilihanmu, dan jangan lupa buat kawal proses pemilu ini dengan baik. 
4. Siapapun yang menang, dukung pemimpin tersebut. 
Dalam proses pemilihan tentunya ada yang menang dan ada yang kalah. Apabila pilihanmu kalah, sebagai millineals tentunya harus berlapang dada. Siapapun yang jadi, ialah yang harus kita dukung. Dia pemimpin kita loh, representasi dari kita-kita nih, Bangsa Indonesia. Sewajibnya kita harus mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan. Memberikan saran dengan baik, bukan judge, merendahkan atau parahnya malah mencaci, di sosial media lagi. Mari kita bersatu-padu untuk membangun Indonesia lebih baik. 
Memilih pemimpin itu bukan hal yang sederhana. Lima tahun loh mereka memimpin kita, manduduki tahta di kursi pemerintahan sebagai wakil kita didunia internasional. Tentunya kebijakan-kebijakan yang dibuat entah langsung atau tidak langsung bakal mempengaruhi kita. Jadi jangan asal memilih ya, apalagi milih atas hati tanpa verifikasi. Jadi, sudahkah meluangkan waktumu untuk memverifikasi pilihanmu? Untuk lima tahun loh ini, jangan main-main. 


Sunday, 3 March 2019

Tips Keren Buat Belajar Berbicara dan Mendengarkan Bahasa Inggris


Lancar berbicara menggunakan bahasa inggri sekarang bukan suatu keitimewaan, melainkan bergeser menjai suatu kebutuhan. Dalam kegiatan belajar setiapharinya, sering dari bapak-ibu pengajar kita menggunakan bahasa inggris. Begitupula tayangan-tayangan yang disiarkan melalui YouTube banyak yang menggunakan bahasa inggris. Atau yang saat ini sedang hitz, anak Jakarta Selatan yang seringkali menggunakan bahaa campuran antara Bahasa Indonesia dengan Bahaa Inggris.

Mungkin saat kita berbicara dengan oranglain atau terkhusus orang mancanegara, grammer menjadi urusan nomer sekian. Asalkan mereka paham dengan apa yang kita maksudkan, komunikasi akan tetap bisa berjalan dengan baik. Tentuny salah satu hal yang menjadi jaminan lancarnya dalam berkomunikasi adalah pengucapan. Dalam bahasa inggris, pengucapan aalah salah satu hal yang penting. Kata yang tertuli bisa saja memiliki pelavalan atau pengucapan yang berbeda. Hal inilah yang seringkali menjai momok kesusahan dalam mengucapkan bahasa inggris.

Speechace merupakan suatu laman web yang memberikan kita akses untuk berbicara bahasa inggris yang benar. Terdapat beberapa level yang harus kita selesaikan dalam speechace. Untuk hasil yang baik atau bisa dikatakan lolos minimalnya memiliki score 80. Fokus dari web ini adalah litening dan speaking. Dalam soal ada terdapat kata yang harus kita lavalkan, tapi tenang saja terdapat juga contoh pelavalan yang benar.
\
Dalam web ini terdapat banyak kategori dengan jumlah 48 lesson, dimana dalam setiap lessonnya terdapat bermacam-macam soal yang harus dikerjakan. Web ini tergolong aplikasi yang sulit buat cheating. Kadang nih ada kan ya demi score tinggi melakukan segala cara dengan cheating. Hal ini karena web ini menggunakan suara yang tentunya sangat peka terhadap gangguan.

Tenangsaja kamu bisa mengakses web ini gratis kok, hanya dengan menyediakan kuota atau jaringan internet kamu bisa belajar ngomong bahasa inggris hingga keren dan tentunya sesuai pelavalan. Yuk cus kunjungi speechace di alamat https://app.speechace.co/placement/course/1 .

Wednesday, 27 February 2019

Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris dengan Aplikasi Duolingo


Hasil gambar untuk duolingo apk
Belajar bahasa adalah suatu keharusan, apalagi bahasa inggris. Bahasa Inggris yang sudah ditetapkan sebagai bahasa internasional sangat diperlukan utamanya bagi para pelajar. Belajar bahasa inggris seperti suatu keharusan, tentunya lancar dalam berbahasa akan mempermudah kita dalam berkomunikasi. Momok yang paling utama dalam belajar bahasa adalah waktu. Minimnya waktu yang kita miliki, ataupun tingkat kemalasan yang tinggi saat harus berkutat dengan buku yang tebal-tebal menjadikan kemauan untuk belajar bahasa semakin sedikit, padahal bahasa adalah kunci dalam komunikasi.
Tentunya, mayoritas manusia saat ini memiliki gadgets. Gadgets terkhusus smartphhone menjadi alat yang sangat penting dalam menunjang kehidupan kita sehari-hari. Yah bisa dibayangkanlah ya hidup tanpa smartphone saat ini. Mahal pastinya. Lantas apa hubunggannya belajar bahasa dengan smartphpne? Eits, saat ini sudah ada aplikasi duolingo. Aplikasi ini sangat membantu kita dalam belajar bahasa, utamanya bahasa asing.
Dalam aplikasi ini terdapat banyak macam pilihan bahasa yang bisa kita pelajari. Dari bahasa Inggris, bahasa jerman, bahasa arab, dan bahasa-bahasa lain hampir dari seluruh dunia. Terdapat tingkatan-tingkatan yang harus kita lalui untuk berhasil menyelesaikan satu bahasa. Dalam setiap tingkatan atau level yang diselesaikan terdapat beberapa sub tema. Saat memainkan kita diberikan empat kesempatan. Apabila kita salah hingga empat kali, maka kita harus mengulang dari bagian awal. Seru bukan?
Untuk proses pembelajaran terdapat speaking, listening, bahkan transelating. Topik-topik yang dibahas merupakan bahasa dasar yang menjadi kunci komunikasi. Seperti nama makanan, salam, benda-benda sekitar, istilah-istilah dalam percakapan dan lainnya.
Lantas gimana sih cara menggunakan aplikasi ini? Tinggal download saja di App store. Lalu daftar, bisa menggunakan akun facebook atau akun email. Setelahnya kamu bisa belajar bahasa menggunakan aplikasi ini. Terdapat fitur teman dan fitur toko juga dalam aplikasi ini. Kamu bisa membuat grub diskusi dengan temanmu menggunakan aplikasi ini. Wah tunggu apalagi, ayo cepat download aplikasi ini dan nikmati belajar bahasa dengan cepat dan mudah.


Monday, 25 February 2019

Pengaruh Bimbingan Belajar dalam Test Penerimaan Universitas atau Sekolah


Masa-masa akhir sekolah adalah masa penentu. Ujung tombak dari apa yang kita pelajari ditiga tahun terakhir. Acapkali pada masa ini, pertanyaan-pertanyaan mengenai mau lanjut dimana? Atau mau ambil apa setelah lulus? Seringkali terdengar dan seperti pertanyaan wajib. Entah ini dari hati atau sekedar pertanyaan basa-basi 😊 . Nyatanya, ringannya pertanyaan ini bisa menjadi cambukan semangat atau juga bisa menambah beban kefrustasian siswa tingkat akhir. Ditengah sistem pendidikan Indonesia yang mewajibkan banyaknya materi yang harus dipelajari dan kegalauan tentang materi apa yang nantinya diujikan.
Ditengah rasa kefrustasian itu, muncul salah satu solusi yang acapkali ditawarkan. Yap, bimbingan belajar. Tentunya, saat ini program bimbingan belajar atau bimbel sudah banyak dibuka. Dimulai dari kelas TK hingga kelas alumni. Dari biaya Cuma-Cuma hingga puluhan juta. Ada program private dimana guru yang menghadiri murid ataubahkan program disuatu kelas dengan kapasitas terbatas. Tentunya, program ini sungguh menarik, apalagi dengan iming-iming fasilitas yang memadai.
Bagi sebagian orang, adanya program bimbel sungguh sangat membantu, apalagi ketika dihadapkan waktu belajar yang kurang ataubahkan faktor dari dalam diri. Tapi, apakah program belajar selalu bisa meloloskan siswanya? Tentunya, jawabannya tidak. Enth program dengan harga Cuma-Cuma ataupun harga puluhan juta semua kembali kepada pribadi masing-masing. Banyak dari anak bimbel yang bisa masuk ke Univ bergengsi ataupun sekolah bergensi, tapi juga banyak anak non bimbel yang demikian tidak kalah kerennya.
Dalam bimbingan belajar, kita akan diberikan ulasan materi tentang apa yang diajarkan disekolah, atau rumus-rumus cepat yang acapkali ditawarkan sehingga waktu tak terbuang sia-sia. Selain itu  fasilitas buku penunjang dan juga jam tambahan yang pasti membuat kita punya waktu belajar yang lebih. Dan apabila disungguhi tentunya memberikan efek positive bagi kita.
Ada positive ada negative. Tentunya, selain bimbel yang baik harganya cukup menguras kantong, bimbingan dengan jumlah kelas terbatas 20 anak misalnya, sama halnya dengan sekolah, tentunya kita harus mengikuti juga kemampuan teman. Dan dalam satu kelas usahakan untuk memiliki tingkat penyerapan yang hampir sama, sehingga dalam kelas bimbel ngga ngeras rugi ataupun tambah males. Untuk rumus cepat yang ditawarkan, pribadi saya lebih menyukai untuk belajar dan mematangkan konsep. Karena, materi yang disampaikan di Sekolah dasar, akan diperdalam di SMP, dan akan lebih diperdalam dikelas SMA. Tentunya, ketika kita memegang konsep, bukan semata hafalan, sangat berharga untuk kelanjutan jenjang pendidikan kita kedepannya. Bukan hanya semata untuk lolos seleksi.
Ikut bimbel tentunya kita harus memanfaatkan fasilitas itu dengan semaksimal mungkin, rugi uang jika tidak dimanfaatkan. Kalau pendapat pribadi ikut bimbel bukan jaminan, harus ada motivasi tinggi. Karena paling utama motivasi dari diri sendiri. Rugi waktu rugi tenaga ikut bimbel puluhan juta tapi ngga punya motivasi, pasti menjalani dengan setengah-setengah. Maksimalkan fasilitas yang ada, dan jangan gantungin diri dengan program bimbel yang diikuti.
Untuk yang ngga ikut bimbel jangan berkecil hati, perbanyak motivasi dan belajar. Bimbel atau bukan perihal waktu, kemauan dan tentor. Tentunya perbanyak kenalan yang siap dijadikan tentor atau perbanyak teman jika kurang paham atau kurang mengerti.



Saturday, 26 January 2019

Menjadi Jurnalis


Berkesempatan menjadi jurnalis selama 30 hari merupakan salah satu pengalaman yang berkesan bagiku. Mendapatkan berita itu tidak semudah yang kita duga. Berkerjaran dengan waktu dan jarak adalah tantangan yang harus ditaklukkan. Apalagi, dengan karakterku yang pemalu dan introvert cukup menjadi tantangan bagiku. Menjadi seorang jurnalis, kita dituntut untuk cepat beradaptasi dengan medan yang akan dilalui. Kita dituntut untuk aktif guna mendapatkan berita, mendapatkan informasi liputan dan tentunya bersosialisasi dengan rekan sesama jurnalis. Selain itu, sebagai seorang jurnalis kemampuan dalam mengolah sebuah informasi hingga menyajikan sebuah berita yang berimbang dan sesuai dengan fakta juga harus dimiliki. Dan juga kemampuan menulis dibawah tekanan deadline. Namun, menjadi seorang jurnalis semakin membuka mataku akan besarnya kehidupan diluar sana. Menemukan orang-orang yang inspiratif dalam bidangnya dan memberikan pelajaran baru tentang makna kehidupan. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang seringkali keluar ‘sudahkah menjadi manusia hari ini?’, ‘sudahkah kamu membantu orang lain hari ini?’ dan juga pertanyaan-pertanyaan lain yang seringkali bergejolak. Tak lupa, menjadi seorang jurnalis juga menjadikanku lebih bersyukur dan memaknai kehidupan. Kita menjadi tahu bahwa tulisan atau liputan dihari itu hanya satu dari sekian kejadian terliput oleh media, dan yang lainnya kadang masih luput oleh tangkapan media.
Jika ditanya bagaimana melawan kekurangan-kekurangan pada diriku? Jawabannya tentunya sulit. Tapi aku selalu ingat, aku yang memulai dan aku yang memilih. Tentunya aku harus bertanggung jawab dengan pilihan yang aku ambil. Menjadi berani dan percaya diri adalah jawabannya. Awalnya jika aku tidak tahu atau bingung dengan suatu lokasi liputan, aku akan mencari sendiri dengan smartphone, atau hanya bertanya dengan orang yang aku kenal. Akibatnya, otomatis aku harus berangkat jauh lebih awal darijam liputan untuk menyediakan waktu apabila aku kurang tau mengenai medan yang akan dihadapi. Meski faktanya, jika aku bertanya dengan satpam permasalahan tempat selesai. Pengalaman-pengalaman itu yang menjadikan aku berani, berkenalan dengan orang baru, bertanya jika tidak tahu, dan melangkah dengan percaya diri asalkan kita benar dan dijalur yang benar.
Ah sekian pengalamanku menjadi seorang jurnalis, kekurangan bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai kekuatan untuk kita berpijak dan menjadi lebih baik lagi dan lagi.

Berikut adalah beberapa hasil liputanku yang published



Liputan pertama yang published 




Wednesday, 5 December 2018

PRAKTIKUM 09 – Membuat Mock Up untuk Web Project


1.      Judul                            : Membuat Mock Up untuk Web Project   
2.      Tujuan                         : Mahasiswa mampu menentukan mock up berupa tampilan web yang akan dibuat.   
3.      Alat dan Bahan                        :
·         Adobe Illustrator    
4.      Dasar Teori                  :
Web design adalah proses membuat suatu website, ini meliputi beberapa aspek yang berbeda, diantaranya: tata letak halaman website, konten, dan desain grafis. Dalam pendekatan klasik, desain menggambarkan tampilan visual dari sebuah website, sedangkan dalam pendekatan tradisional sebaliknya, mewarnai, keseimbangan, penekanan, irama, gaya elemen grafis (garis, bentk, tekstur, warna daalam dan arah), penggunaan ikon, tekstur latar belakang dan tampilan umum sebuah website secara keseluruhan. [1]
5.      Tugas Praktikum            :Membuat mockup dari web yang akan dibuat.
6.      Hasil Praktikum             :
             
Gambar 1. Tampilan awal 

Gambar 2. Halaman History. 

Gambar 3. Halaman Galery

Gambar 5. Halaman Infographic 

Gambar 6. Footer dan Kontak 


7.      Kesimpulan                    :
            Dalam praktikum ini kami menggunakan adobe illustrator untuk memvisualisasikan web yang akan kami buat dalam project ini. 
8.      Referensi                        :                  :



Saturday, 27 October 2018

Rekomendasi Channel Youtube untuk Menambah Wawasan

Ada yang suka nonton Youtube? Pastinnya suka ya? Youtube sekarang menjadi salah satu media pembelajaran yang keren. Youtube menyediakan berbagai macam jenis konten, dari informasi pendidikan hingga informasi hiburan. Berikut, ada 3 channel Youtube yang harus kalian tonton, dijamin akan menambah wawan kalian.

1. Menjadi manusia
Channel Youtube ini berisi konten-konten tentang jalan fikir manusia dengan membuka dari prespektif-prespektif. Dari channel ini kita akan dibuat untuk lebih menghargai manusia. Konten-konten tentang mental illnes, atau sudut pandangnya juga ada. Semakin membuka cara pandang kita.  Yuk kunjungi, supaya kita nggak merendahkan pengedap mental illnes. 


2. Vibe Indonesia 
Vibe Indonesia channel keren yang berisikan konten liputan-liputan khusus. Salah satu konten favorit, patroli-patroli khusus penyelamat bunuh diri di korea. Tonton yuks 


3. BukaTalks 
Konten yang disediakahn channel Youtube ini hampir mirip dengan TEDx. Menghadirkan tokoh-tokoh inspirasi Indonesia. Wajib tonton, supaya pengetahuan kita tambah banyak. 




Monday, 22 October 2018

Cerpen - Jangan Hakimi Aku

Matanya sulit terpejam. Rasa takut terus merasuki jiwanya. Kilasan-kilasan pembicaraan itu terus menghantuinya. Bahkan jam sudah menunjukkan pukul 2, tapi matanya masih menunjukkan kekuatannya. Ingatannya kembali memutar lagi 
Namanya Alara, katanya dia berandalan tapi sungguh bukan itu maksudnya. Katanya dia bodoh, nyatanya dia emang belum mampu. 
"Jam berapa ini Ra, baru datang aja." Seru teman sekelasnya 
Tanpa jawaban, ia hanya tersenyum masam. 
"Tugasmu sudah selesai Ra? Eh palingan juga belum!." Enek teman yang lain
"Kalian ini jangan begitu dong, eh Ra ini tugasku salin saja." Tambah yang lain sambil melempar bukunya dan dengan tawa mengejek yang kentara. 
Lantas apa yang dia lakukan? Terdiam dan duduk di pojok ruangan. Menanti keajaiban ada yang mau menemaninya. Sungguh kesiangan bukan dirinya, melainkan ia harus mengerjakan pekerjaan rumah dan sungguh ia bingung bagaimana cara mengerjakannya.
Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam benaknya. Ingatannya kembali memutar percakapannya dengan sang Mama 
"Ra, belajar dong. Kamu ini kerjaannya gambar aja. Besok kamu itu ujian. Mama nggak mau ya nilai kamu ada yang merah lagi." Tegur Mamanya 
"Iya Ma." Jawab Lara 
"Iya-iya, contoh itu Kakak kamu, nilainya selalu bagus. Selalu dapat peringkat. Kapan kamu bisa kayak gitu. Kerjaanmu cuma main Adan gambar saja." Tambah mamanya dengan kata-kata sinis. 
Mendengar itu Alara hanya terdiam. Tiada hari tanpa ia dibandingkan. Bukan hanya dengan sang Mama melainkan juga seluruh keluarganya. Bukan, bukan keinginannya menjadi demikian. Ia hanya tak bisa, dalam setiap apa yang ia baca tulisan-tulisan itu terus berputar. 
"Lara, kamu ini bisa berpakaian nggak sih." Tegur sang Nenek 
"Bisa Nek, ini Lara berpakaian." Jawabnya 
"Kamu ini cewek, mbokya pakai gaun gitu. Cewek kok kayak cowok." Sinis sang nenek 
"Ini style Lara Nek." Kalem Lara 
"Style anak jalanan iya. Contoh itu Kakak kamu atau sepupu-sepupumu kamu. Sudah cantik, pinter dandan, cantik lagi. Kamu? Model kok kayak anak urakan. Kemarin Nenek ketemu kamu ya di jalan. Kamu temenan sama siapa itu?" 
"Dia teman-teman Lara Nek, mereka semua baik Nek." Jawab Lara 
"Jangan bikin malu keluarga Lara. Makanya tingkah kamu ini seperti tingkah berandalan, temanmu saja berandalan semua. Pokoknya mulai besok kamu nggak boleh ketemu atau main sama mereka." Cibir sang Nenek sambil pergi meninggalkan Lara. 
Tak ada yang membelanya, tak ada juga yang menguatkannya. Apa yang ia lakukan selalu salah. Tak pernah benar. Nyatanya dia disana bukan karena dia ingin menjadi berandal, melainkan mengajarkan pada anak-anak jalanan tentang cara menggambar dan menyanyi. 
Tak ada yang tau apa yang sebenarnya ia lakukan. Apalagi dengan penyakit disleksia yang ia derita.  Baginya hanya orang yang tak mengenal Lara lah yang memahaminya. Harapannya hanya satu, mereka tau apa yang Kata lakukan sebenarnya tidak salah, melainkan memberikan manfaat bagi orang lain. 
Lara tak butuh pujian, yang ia butuhkan hanya perlakuan yang sama. Lara tak butuh sanjungan, yang ia butuhkan sebait kata positif yang menaikkan energinya. Mungkin tak ada yang tau betapa berat hidupnya, menjadi yang tersisihkan sungguh tak enak. Apalagi tersisih dalam pertemanan, lebih parah lagi keluarga. Stop membuat Alara Alara yang lain, supportlah dan dekap Alara yang lain. Sungguh, dikucilkan sangat menyiksa. Bayangkan saja betapa sakitnya dalam posisi Alara. 

Sunday, 21 October 2018

Cerpen- Ditengah Kebimbangan Dunia Kampus

"ih Ya, mukalo kusut amat." Tegur Lala
"Ngantuk berat gue La." Jawab Yaya sambil meletakkan kepalanya di atas meja
"Yaudah, tidur bentar gih. Masih ada waktu 30 menit sebelum jam masuk." Balas Lala.
"Hm." Enguh Yaya yang sudah ke alam mimpinya.
Tak sampe 30 menit ternyata sang dosen sudah sampe.
"Ya ya ya dosennya datang." Ucap Lala sambil menguncang tumbuh Yaya
"Euh. 5 menit lagi." Jawab Yaya
"Duh Ya, jangan kebo. Bangun Ya." Guncang Lala
"Selamat pagi." Ucap sang dosen.
Dan Yaya masih tetap terlelap, Lala sudah tak bisa berupaya membangunkan Yaya.
"Yaya!" Sang dosen berjalan menghampiri Yaya.
"Bentar La, masih ngantuk." Balas Yaya
"Lala. Kalau masih tidur silahkan keluar dari kelas saya." Tegas sang dosen
Dengan gelagapan Yaya bangun dari tidur nyenyak nya.
"Eh tidak Pak, baik Pak." Jawab Yaya gelagapan
Mendengar jawaban Yaya, sang dosen pun kembali ke depan kelas.
"Baik, pagi ini kita lanjutkan materi yang kemarin. Untuk tugas yang kemarin silahkan kumpulkan di meja saya sekarang." Ucap sang dosen.
"La, ada tugas apa? Kok gue ngga tau." Bisik Yaya
"Tugas yang kemarin Ya, bukannya Lo kemarin udah gue ingetin." Bisik Lala pelan sambil sibuk mengambil tugasnya dalam tas.
"La, gawat. Gue lupa ngga ngerjakane" syok Yaya tertahan
"Aduh Ya, kebangetan banget sih Lo. Ini tugas udah 2 Minggu kali." Balas Lala sedikit jengkel. Lalu satu persatu teman Yaya maju kedepan mengumpulkan tugasnya
"Siapa yang belum mengumpulkan, silakan keluar dari kelas ini." Tegas sang dosen
"Permisi Pak, a apa tidak ada keringanan? Saya benar-benar lupa Pak." Sedih Yaya
"Keringanan yang seperti apa? Silahkan tutup pintu dari luar Ya." Ucap sang dosen tanpa bisa di bantah.
Yaya pun dengan wajah sedih meninggalkan kelas.
Perkenalkan, namanya Yaya. Mahasiswi semester 4 yang lagi aktif-aktifnya ikut organisasi. Tiada hari tanpa rapat. Segudang aktivitas nya yang sangat padat akhir-akhir ini membuat beberapa orang jengah akan tingkahnya. Seperti hari ini.
Kelas pun selesai, Lala yang sebelumnya sudah menanyakan keberadaan Yaya segera menyusul Yaya di kantin.
"Udah segeran Ya?" Tanya Lala
"Nggak tambah seger, tambah suntuk kali." Jawab Yaya keki
"Lo sih, tanggung jawab kali Ya." Pelan Lala
Kemudian mereka pun terdiam dengan fikirannya masing-masing.
"Eh La gimana rapat kemarin? Sukses?" Tanya Lala
Bukannya menjawab, mendengar pertanyaan Lala, ingatan Yaya malah kembali pada malam kemarin.
"ini itu bukan gini, kita nggak bisa pakai cara ini." Eyelnya
"Kalian itu bisa mikir nggak sih?" Seru yang lain
"Kalian ini hidup dalam organisasi, bukan hidup sendiri." Saut salah satu kakak kelas.
"Sudah mahasiswa, kalian harus memikirkan dampaknya juga. Bukan demi satu point, kalian tidak memikirkan efek yang lain." Sela salah seorang dalam ruangan
"Sudah-sudah pembahasan terlalu melenceng. Dan jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Rapat kali ini saya tutup dan dilanjut besok." Putus sang pemimpin.
"Duh Ya, bukannya jawab malah melamun." Tegur Lala
"Hm, seperti yang kemarin-kemarin lah. Nggak ada keputusan. Masih berdebat tanpa ujung." Balas Yaya pelan
"Emang kemarin sampe jam berapa?"
"Jam subuh." Pelan Yaya.
"Ya, kalau boleh gue bilang. Ini bukan Lo banget. Demi ini banyak tanggung jawab Lo yang Lo abaikan. Bahkan tugas kuliah Lo banyak yang keteteran. Lo Ang punya tanggung jawab  disitu. Tapi Lo juga punya  tanggung jawab atas tugas-tugas kuliah Lo. Resapi deh apa yang gue sampaikan. Btw, gue duluan ya, mama minta temenin" Nasihat Yaya sambil berlalu.
Malam pun tiba, hari ini Yaya absen dengan kegiatan rapatnya. Ia masih terus merenungi kata-kata Lala. Dia merasa benar dengan apa yang dikatakan Yaya. Ini seperti bukan dunianya. Terlalu banyak yang berbeda. Dan ia berfikir bahwa terlalu banyak tanggung jawab lain yang ia abaikan. Ditengah perenungannya, hp nya berbunyi
Abang calling
"Assalamualaikum Abang." Bukanya
"Waalaikuksalam adik Abang. Lagi dimana dek?" Tanya Abang Yaya
"Lagi di kos Bang." Balasnya
"Suaramu kenapa dek? Sakit? Dan tumben di kos, nggak ada rapat?"
"Kurang istirahat Bang. Abang nanya apa nyindir" kesal Yaya
Dan suara abangpun terdengar di balik telepon.
"Bang, Yaya bingung...." Pelan Yaya
"Bingung kenapa Ya? Cerita dong sama Abang." Jawab sang kakak. Dan Yaya pun menceritakan apa yang terjadi belakangan ini pada Abangnya.
"Ya, dunia organisasi kadang emang bagai candu. Tapi kamu masih tau batasannya dek. Abang ngga menghakimi kamu mengikuti banyak aktivitas diluar. Seperti pesan Abang diawal. IPK itu 4, 96 nya proses diluar yang membentuk kamu. Kalau kamu begini berati management waktumu dan bentengmu buruk dek" Jawabnya tegas
"Lantas?" Tanyaku ambigu
"Kembali lagi, perkumpulan yang baik ya yang membawa kamu dalam kebaikan. Seperti yang selalu dikatakan Ayah pada kita. Abang mengenal dunia organisasi lebih dulu dari kamu, sejak SMP bahkan Abang sudah terjun didalamnya. Tapi Abang inget lagi. Ketika Abang ambil tanggungjawab itu, tanggungjawab yang lain harus tetap diprioritaskan. Konsekuensi lah dek." Tambahnya
Beberapa saat kami terdiam
"Tanyakan pada dirimu. Sebagai Abang kamu, Abang merasa kamu agak berbeda. Dimana adek Abang yang selalu prioritaskan ibadah, dimana adek Abang yang selalu punya waktu untuk pulang dan ngasih kabar ke Ayah. Dan kemana adik Abang yang selalu fokus serta tanggung jawab sebanyak apapun tugas yang dia emban?" Papar Abang
"Oh iya dek. Kalau bisa pulang, jangan lupa pulang. Ayah kemarin cerita ke Abang, kamu jarang pulang dan kalau di WA balasnya lama banget. Mereka kangen kamu, sesibuk apapun kamu. Orangtua harus tetep prioritas utama. Sudah dulu ya, fikirkan kata-kata Abang. Segera istirahat jangan lupa sholat sama makan. Assalamualaikum." Tutup Abang
Selepas itu, Lala sadar ia salah. Harusnya dia tetap menjalankan semua yang telah ia ambil. Itu konsekuensinya. Tak bisa dielak lagi. Apalagi ibadah, pulang, dan akademik. Ibadah adalah tanggungjawab nya pada Tuhannya, tak seharusnya di abai, apalagi membandingkan dengan urusan dunia. Lantas pulang, ia sadar betapa ia jarang pulang bahkan untuk sekedar vidcall pun sangat jarang, padahal orangtuanya pasti selalu khawatir dengan keadaannya. Dan akademik, tak seharusnya dia berlaku begitu. Adanya dia diorganisasi nya pun karena ia akademik buat menuntut ilmu. Lantas kenapa ia abaikan? Dan dia berfikiran buat apa dipertahankan jika itu tidak membawa kebaikan?

#cerita ini hanya fiktif belaka. Setiap orang pasti punya perspektif sendiri mengenai pandangannya terhadap dunia organisasi. Sekian~~~

Saturday, 20 October 2018

Cerpen- Penyesalan Gya.

Sudah dua hari lamanya dia berdiam diri dalam kamar. Bertemakan sepi dan gelapnya ruangan. Penyesalan selalu datang diakhir, seperti itulah yang dia rasakan. Perkenalkan namanya Gyana, seorang mahasiswi semester akhir disebuah perguruan tinggi bergengsi di kota. Karakternya yang ceplas-ceplos dan sedikit egois utamanya yang sudah menjadi miliknya membuat dia kadang bertindak diluar kendali dan out of control. Seperti yang terjadi padanya 3 hari lalu di kampusnya. 
Flashback 
"Na, tuh Angga lagi sama siapa?" Tanya Tika sahabat Gyana. 
"Gak tau gue. Kan dari tadi gue sama Lo." Jawab Gya. 
"Mau kemana tuh si Angga Na?" Kepo Tika
"Eh eh kita ikutin yuk. Awas aja Angga sampe bermain dibelakang gue." Balas Gya dengan tatapan nyalang pada Angga dan temanya. 
Dengan langkah pasti kedua sahabat itu membututi Angga dan temannya. Mereka berdua melihat dan mengamati apa saja yang Angga lakukan dengan temannya. Mereka terlihat bercanda dan saling melempar candaan satu sama lain, meski ada buku di depannya. 
"Waa gini ya Lo Nga dibelakang gue?" Tanya Gya 
"Loh Gya, sini-sini duduk." Kaget Angga dan mempersilahkan Gya buat duduk dibangku kosong sebelahnya. 
"Siapa Ngga?" Tanya teman Angga 
"Gue Gyana, PACAR ANGGA." Tekan Gyana
"Apa sih Na, jangan gitu deh." Ungkap Angga
"Loh kan emang gue pacar lo kan Ngga. Nggak salah dong gue bilang." Sewot Gyana. 
Sebagai sahabat yang baik Tika pun mengingatkan Gyana untuk bersabar. 
"Sabar Na, jangan gegabah. Tanya baik-baik ke Angga." Bisik Tika pada Gya. 
"Jadi gini Nga yang lo lakuin dibelakang gue? Lo diem-diem bermain di belakang gue?" Bentak Gya pada Angga.
"Aku nggak ngapa-ngapain Na. Kita cuma belajar bareng. Berhubung aku bisa, dia minta bantuan aku buat ngajarin dia." Balas Angga kalem
"Alasan Lo itu basi. Heh Mbak dia itu pacar gue, jangan nyari kesempatan dalam kesempitan dong." Balasnya nyalang 
"Na, sabar Na. Jangan gitu." Usap Tika lembut pada Gyana
"Jangan ikut campur deh Tik, ini masalah gue. Lo diam aja." Bentak Gya pada Tika.
Tika yang sudah paham akan tabiat temennya hanya diam. 
"Enggak Mbak, aku hanya minta bantuan kok ke Angga buat ngajari materi probabilitas. Kita temenan dan ngga ada apa-apa " jawab teman Angga 
"Alasan klasik. Bilang aja kalau Lo suka sama Angga, makanya nyuruh dia buat ngajarin Lo." Sengit Gyana. 
"Gyana, sudah. Apa-apaan sih Lo. Cukup ya. Gue tuh sama dia hanya temenan. Dia temen gue dari SMA. Kalau Lo tau." Ucap Angga 
"Jadi Lo belain dia?" Sendu Anya. 
"Ya gue belain dia. Udah deh Na. Gue bosen dengan sifat Lo yang kayak gini. Lo selalu berfikiran negatif mulu dengan gue. Dan Lo ngga pernah percaya sama gue. Sudah berapa lama sih kita saling kenal" Tanpa menunggu jawaban Gya, Angga menarik temannya dan meninggalkan Gyana yang terdiam. 
Ya dia Angga, sahabat yang jadi pacar Gyana. Sahabat Gyana  dari SMP, dan dua tahun ini status mereka menjadi sepasang kekasih. Meski mereka sahabatan sejak lama, dan sudah tau kekurangan dan kelebihan masing-masing, tapi pertengkaran seringkali terjadi diantara mereka. Apalagi dengan sifat Gyana yang kadang out of control. 
"Udah Nya. Udah jangan nangis." Usap Tika lembut
"Udah Lo bilang udah Tik? Angga tuh kelewatan" Isak Gya 
"Tadi kan gue udah bilang, jangan emosi dulu. Tanya pelan-pelan. Gue yakin Angga ngga kek gitu " balas Tika 
"Ah Lo tuh emang ngga tau, Lo ngga jadi gue. Lo ngga tau apapun emang tentang gue. Lo selalu bela Angga padahal Lo ngga tau Angga. Gue yang lebih kenal Angga." Bentak Gya 
Mendengar kata-kata yang di lontarkan Gya, Tika pun merasa kaget dan sakit hati. 
"Gue sahabat Lo kan Nanti?, Apa keberadaan dan kebersamaan kita ngga berati apa-apa buat Lo? Apakah hanya gue yang menganggap Lo sebagai sahabat gue?" Pelan Tika 
"Ya. Karena Lo ngga berati apa-apa dalam hidup gue. Lo Lo itu hanya tau luaran gue aja." Sengit Gyana 
Tanpa menunggu Gya meninggalkan Tika yang masih diam memikirkan omongan Gya. 
End of Flashback

Bujukan dari orangtua, bahkan Tika dan Angga yang menghampiri Gya, ia abaikan. Gya terlalu takut kalau mereka bakal menghujat tindakan Gya dan lalu meninggalkan persahabatan mereka. Sungguh Gya menyesal dengan perkataan yang ia lontarkan pada Angga dan Tika. Ia lepas kontrol pada saat itu, terlalu takut untuk kehilangan. 
Pada akhirnya, tak tega yang melihat keadaan Gya. Mama dan Papa Gua memutiskan untuk memaksa masuk. 
"Kamu ada masalah sama Angga dan Tika nak?" Tanya sang Mama sambil mengelus puncak kepala Gya. Sedang sang Papa duduk di sebelahnya. Gya pun menceritakan apa yang terjadi antara dia, Angga dan Tika. 
"Nak, kamu tau alasan kenapa Papa dan Mama melarang kalian untuk pacaran?" Tanya Mama Gia
Gya hanya menggeleng pelan. 
"Selama hadirnya kamu, Mama dan Papa menjaga hati kamu supaya tidak tersakiti. Kamu permata hati Mama dan Papa sayang. Kalau kamu tersakiti, Mama dan Papa juga sakit rasanya. Apalagi seperti ini. Kita betul-betul menjaga hati kamu, lantas apa Mama dan Papa rela ngelihat anak Mama dan Papa tersakiti." Ungkap sang Papa 
"Rasa sayang itu perlu nak, tapi kamu juga harus paham bagaimana cara menjaga rasa itu. Dan berfikir dewasa. Menurut kami, kamu belum terlalu dewasa buat mengolah rasa sayang itu. Dan jadinya seperti ini. Kamu masih sering egois dan terbawa emosi semata. Kurang berfikir panjang " lembut sang Mama. 
"Masalah Angga dan Tika, mereka berdua sahabat kamu. Teman yang selalu ada ketika kamu ada masalah. Mereka ada dan tetap bertahan bukan. Lebih harga mereka sayang, papa tau kamu sebenarnya sayang banget sama mereka. Dalam persahabatan itu harus saling percaya dan saling mengerti nak." Tambah Papa 
Mendengar itu Gya terisak, menyesali tindakannya. 
"Jadikan kemarin pelajaran bagi Gya. Mama dan Papa, juga Angga dan Tika selalu disini buat Gya. Kapanpun kamu butuh, kita disini nak. Jangan ulangi tindakan yang kemarin." Senyum sang Mama
"Apalagi sampai ngga makan. Duh nak, parah kamu ini. Nyiksa diri banget. Gih temuin mereka" canda sang papa. 
Dengan senyuman Gya bangkit dari tidurnya dan membuka pintu kamar untuk menemui Angga dan Tika yang menunggu mereka di ruang tamu. 
"Maafin gue ya." Isak Gya pada Angga dan Tika 
"Kita udah maafin lo Na. Maafin kita juga ya Na." Balas mereka sambil meluk Gya

"Kalian ngga akan tinggalin gue kan?" Sendu Gya
"Kalau kita niat ninggalin Lo, udah dari dulu kali Na. Sejak kita tau sifat jelek kali Na." Jawab Angga 
"Bantu gue buat jadi lebih baik lagi ya. Bantu gue buat ngilangin sisi gelap gue." Pinta Gya
"Selalu. Mari kita perbaiki diri dengan saling mengingatkan dan tetap saling menggenggam ya." Jawab Tika
"Oh ya Tik, maafin gue ya. Kemarin gue lepas kontol dan dan sungguh Lo sangat berati dalam kehidupan gue dan tanpa...." 
"Gue tau kok Na, kemarin Lo hanya lepas kontrol. Dan mana mungkin sih gue ngga berati, kan Lo sayang gue." Putus Tika dengan canda .
"Ngga maafin gue juga ya, lebih baik kita sahabatan saja. Kita kita lebih cocok jadi sepasang sahabat. " Tatap Gya pada Angga
"Kalau itu yang terbaik, ngga papa Na. Asal Lo tetep jadi sahabat gue. Dan Lo ngga ada adegan nutup pintu kek kemarin" balas Angga 
"Udah ah mellow nya. Berpelukan" kekeh Tika 
Dan mereka pun berpelukan. Manusia itu, nyatanya tidak dapat hidup sendiri. Perlu orang lain untuk berbagi dan sebagai tempat kita intropeksi diri. Manusia memiliki telinga untuk mendengar, mulut untuk berbicara, dan akal untuk memperbaiki diri serta mempertimbangkan semua yang dilakukan baik telah ataupun akan. Sejatinya manusia tak ada yang sempurna, tetapi selalu intropeksi diri adalah kunci untuk menjadi baik. Dan saling memaafkan adalah salah satu kuncinya. 

Friday, 19 October 2018

Cerpen- Mama tau yang terbaik

Braaak 
"Heh Vio, Lo tuh bisa nggak sih nggak dikamar melulu." Bentak Vika 
"Hm" jawab Vio santai 
"Lo tuh emang anak Mama banget ya Vio. Bebas keluar, nggak ngapa-ngapain, nggak pernah bantu-bantu rumah. Masak nggak bisa, bahkan baju lo semua gue yang urus." Papar Vika dengan nada tinggi. 
"Lo bilang, gue anak Mama. Bukannya Lo ya yang anak Mama. Dari dulu pasti Lo yang diutamain. Apa-apa Vika. Apa-apa Vika. Mama tuh ngga pernah percaya sama Gue." Jawabnya sambil nyalang 
"Lo bilang gue? Kalau Mama sayang sama gue, nggak mungkin tiap hari mama nyuruh gue nyapu, ngepel, masak, belanja. Gue capek Vio tiap hari disuruh-suruh terus." Ungkap Vika sambil menangis. 
"Apa-apa sih kalian ini. Kalian sudah dewasa. Bertengkar terus. Ada apa kalian ini?" Tanya Ivan pada Vika dan Vio. 
"Aku tuh capek Ka masak, bersih-bersih tiap hari. Dari dulu apa-apa gue dan gue terus." Ungkapnya sedih
"Umur kalian berapa sih? Berapa tahun kalian hidup bersama ha?" Tanya Ivan dengan nada tinggi. 
Tanpa mereka sadari sang Mama melihat apa yang dipertengkarkan oleh anak-anaknya. Dan ketika semua menyadari keberadaan sang Mama. Tanpa sepatah kata Mamapun berbalik arah dengan wajah sedih meninggalkan mereka. 
"Argh, ini semua gara-gara kalian." Bentak Ivan sambil keluar mengejar sang mama. 
Perkenalkan, ya mereka adalah Vika, Ivan, dan Vio. Tiga saudara kandung. Ivan si anak pertama, Vika si anak tengah, dan Vio si bungsu. Saat ini Ivan telah tinggal bersama keluarga kecilnya. Sedang si Vika dan si Vio tetap tinggal bersama Mama dan Papa. Antara Vika dan Vio kerap terjadi perdebatan, meski semua pun tau kalau mereka saling menyayangi. 
Setalah Ivan pergi, Vika pun keluar kamar dan mengintip dari ujung tangga apa yang dibicarakan sang kakak dengan sang mama. Diiringi air mata penyesalan yang terus jatuh dari matanya. 
"Vik, ikut kakak keatas. Kekamar Vio." Pintanya pada Vika 
Tanpa berkata apa-apa Vika mengikuti langkah sang kakak. 
"Duduk kalian. Dengerin apa yang mau kakak sampaikan." Pinta Ivan 
"Kalian tahu kan kita ini punya sifat yang beda-beda. Diantara kita bertiga, Vikalah, yang paling rajin dan teliti. Kenapa Mama selalu mau kamu, karena Mama percaya sekesal apapun kamu, pasti kamu bakalan lakuin dan hasilnya memuaskan. Ingat ngga, ketika kamu pergi sama mama. Tiba-tiba Mama nelfon ke kakak sama Vio buat bersihin rumah? Hasilnya malah ngga banget kan." Tuturnya lembut ke Vika. 
"Vio, kamu tuh sebelas duabelas sama kakak. Kamu anaknya nggak betah di rumah. Tapi kamu paling berani buat ngungkapin apa yang ada di pikiran kamu. Inget nggak pas renovasi rumah, yang diajak Mama ke toko bangunan kamu kan. Soalnya Mama tau, kamu pasti jago buat urusan kek gitu." 
"Mama tuh bukan nggak sayang sama kalian. Tetapi, mama tuh tau anak-anaknya gimana. Mama selalu ingin yang terbaik buat kalian." 
Tanpa mereka sadari Mama melihat dari pintu kamar anak-anaknya berpelukan. Dan ketika melihat sang Mama, Vika dan Vio langsung berlari menubruk sang mama. 
"Ma, maafin Vika" ucap Vika dengan sesenggukan
"Maafin Vio juga Ma." Isak Vio
"Kasih sayang Mama kekakuan itu sama besar. Nggak ada yang lebih besar atau yang lebih kecil. Cuma bentuknya yang beda. Karena Mama tau kalian bertiga itu berbeda. Vika ya Vika nggak bisa jadi Vio. Begitupun dengan Vio dan Ivan. Mama sayang kalian permata hati Mama." Ucap sang Mama dengan lembut sambil mengusap lembut kepala Vika dan Vio. 
Mungkin orangtua kita memerlakukan kita berbeda dengan saudara kandung kita yang lain. Tapi bukan berati mereka tidak menyayangi kita. Melainkan karena mereka tau apa yang terbaik buat kita. Dan mereka tau, meskipun kita sekandung, belum tentu kita memiliki karakter dan sifat yang sama. Yuk peluk Mama kita dan ucapkan juga kalau kita sangat menyayangi mereka. 

Terinspirasi dari short movie Betadine. 
https://youtu.be/WiH69kBOwN0 

Thursday, 18 October 2018

Cerpen - Itik Buruk Rupa


Selamat siang Tuan menawan
Perkenalkan saya adalah itik buruk rupa
Yang mencintai Tuan tanpa lelah
Yang mengagumi Tuan tanpa batas
Meski saya tau
Saya hanya itik buruk rupa
Yang selalu siap untuk dipatahkan hatinya
Hanya 6 bait, tanpa berniat kumenambahkan lariknya. Perkenalkan namaku Senja, seorang itik buruk rupa yang selalu bermimpi akan terus bersamanya. Iya dia . Sosok rupawan yang menjadi idola disekolahku. Dia bukan sosok sempurna, anaknya ceriwis, tapi itulah daya pikatnya. Tak ada yang tak mengenalnya disekolah. Dari tukang kebun sampai kepala sekolahpun tau siapa dia. Lantas bagaimana dengan aku? Aku adalah itik buruk rupa, punya perawakan yang tak bagus, dan berteman saja adalah sebuah keajaiban. Dan tentunya menjadi bagian dari Rangga seolah mimpi indah buatku.  
Braaakkk...
“Spadaa, Ranganya Senja datang” Ucapnya sambil cengengesan
“Aduh Rangga jangan mulai deh” Jawabku
“Mulai apasih Senjaku, ini tuh bukti sayangku tau” Balasnya
“Serah Rangga saja deh, Btw Ngga aku  hari ini ada latihan. Bukannya aku udah bilang ya sebelumnya?” Tanyaku
“Duh Senjakuh, ngapain sih ikut-ikutan kayak gitu. Pangeran Rangga khawatir tau. Nanti kalau Ayang Senja jatuh gimana?”Ucapnya ngedrama
“Alay deh mulai.” Sensiku.
“Yaudah, aku tunggu di kave depan ya. Semangat latihannya Senjaku. Nanti kalau sudah chat aku ya.” Ucapnya sambil ngeloyor pergi.
Ya, aku itik buruk rupa yang selalu ingin bersama dia. Mencoba menyesuaikan diriku dengannya. Aku tak ingin dia malu, malu jalan denganku. Apalagi aku dengan dia bagaikan bumi dan langit. Aku rela ikut tim cheers supaya Rangga tak malu bersamaku, meski kuakui itu bukan duniaku. Kata Sabrina, sahabatku, aku terlalu memaksa. Menurutku, tak apa, asal aku pantas disampingnya.

Kulangkahkan kai menuju kamar mandi untuk berganti kostum. Segera kuberganti pakaian, karena ku tak mau terkena hukuman. Entah, aku tau banyak yang tak menyukaiku, apalagi setelah Rangga mendeklarasikan dirinya sebagai pacarku. Karena ku tau, siapa yang mau berteman dengan itik buruk rupa ini?
“Loh kok dikunci, yang ada diluar tolong bukaian.” Ucapku sambil mengedor-gedor pintu
“Rasain loh, siapa suruh lo deket-deket sama Rangga” Ucap orang yang sayup-sayup kudengar
Air mataku mulai jatuh, hp yang berada di dalam tas menambah kenahasan yang kualami hari ini. Selang 30 menit penantianku, pertolongan itu datang juga padaku.
Klek....
“Kamu nggak apa kan Nja?” tanya Sabrina dengan raut cemas
“Aku nggak papa Sab, makasih ya.” Ucapku tersenyum
“ini tuh udah kelewatan tau Nja” ucapnya emosi
“sudahlah, eh jangan sampai Rangga tau ya. Yuk ke lapangan, nanti mereka marah lagi.” Paksaku padanya
Dengan lanngkah terburu-buru, aku dan Senja sampai dilapangan.
“Kalian ini niat nggak sih ikut ekskull. Jam berapa ini?” Tanya salah satu seniorku
“emmm ma..af Ka” ucapku terbata
“Kalau ngga niat, ngapain daftar. Udah nggak kompeten, nggak tau aturan lagi. Buat lo Senja, sana lari keliling lapangan 10*” bentaknya padaku.
Hal seperti ini sudah sering terjadi padaku. Sebenarnya, mereka seolah menolak aku bergabung dalam ekskull ini, alasannya kata mereka tubuhku terlalu gendut dan wajahku terlalu pucat untuk menjadi bagian dari ekskull ini. Tapi tidak tau mengapa mereka pada akhirnya menerimaku menjadi bagian dari mereka. Dengan kondisi perut keroncongan, dan puusing yang melanda kupaksakan kaki ini untuk terus berlari. Dan ketika masih keputaran 7 tiba-tiba pandanganku mengabur dan aku tak tau lagi.
Sayup-sayup ku dengar suara orang berdebat
“Kenapa Senja lo suruh lari?”
“Dia terlabat Nga. Lo tahu kan aturannya.”
“Harusnya, lo tuh lihat kondisi dong nggak main nyuruh aja, pokoknya kalau sampe Senja kenapa-kenapa, orang pertama yang bakal gue cari adalah lo. Gue tau sebenarnya apa aja yang lo lakuin ke Senja. Gue pilih diem karena gue nggak mau Senja tambah merasa kurang percaya diri. Tapi tingkah lo makin menjadi, awas lo.”
Dan tiba-tiba pintu terbuka, dan Rangga masuk.
“Kamu nggak papa kan Nja? Masih pusing?” Serunya dengan khawatir
“Aku udah ngga papa kok Ngga.” Ucapku pelan
“Aku antar kerumah sakit yuk, aku khawatir banget tau.” Balasnya
“Aku ngga papa Ngga. Mau pulang aja.” Tutupku
“yaudah, aku gendong ya. Aku ngga menerima penolakan.” Tegasnya.
“Rangga. Cukup, aku ingin berhenti. Terimakasih buat semua.” Ucapku tiba-tiba dan dengan nada bergetar menahan tangis.
Ditengah kekagetannya, ku berlari manjauhi UKS. Mencari kendaraan secepat kilat meski pusing dikepala masih menerpa. Aku kira ini jalan terbaik yang aku pilih. Dan mungkin beginilah akhirnya. Mencintainya memang anugerah. Berada di dekatnya memang seolah mimpi yang tak tertandingi. Tapi, aku rasa masa depanku  masih jauh. Hidupku masih panjang. Ku tau daripada kumeratapi diri yang tak mungkin sejajar denganya, aku memilih prioritas yang lain karena ada mimpi yang ingin aku kejar. Sudah cukup itik buruk rupa ini menanggung rasa ini. Buat apa dipertahankan jika menambah luka. Membangun kembali dirinya, menjadi sosok Senja yang baru adalah pillihan pertama yang aku putuskan.

Selamat malam Tuan rupawan 
Senja telah berganti 
Bolehkah Itik ini meminta izin Tuan? 
Izinkan Itik buruk rupa ini pergi. 
Itik sadar 
Tuan tak mungkin dalam genggaman. 
Tuan bukanlah orang yang tepat. 
Ataukah Itik yang terlalu tak pantas untuk Tuan?. 
Dan Itik berada diujung kelelahan untuk berjuang,
Untuk Tuan, bahagia selalu Itik harapkan untuk Tuan. 


Wednesday, 17 October 2018

Cerpen-Ketika Cinta Dipapas Restu Mama


“Duh Sin, diliatin terus. Nggak bosen apa?” Ucapku pada Sinta
“Duh Nya, lo sih ngga ngalamin jadi gue. Move on itu susah tau.” Ucap Sinta sambil mbrengut.
“Usaha dong Sin, mungkin si Agam emang bukan jodoh lo. Pulang yuk, udah makin malam nih”  Ajakku
“Doakan yang terbaik deh Nya.” Ujarnya sambil berdiri.
Perkenalkan namaku Anya, saat ini gue bekerja menjadi salah satu staff accounting disebuah perusahaan dikotaku. Dan hei perkenalkan sahabatku yang tadi, namanya Sinta. Sosok kalem, sabar, dan asli buaik hati. Ibarat orang bilang paket komplit deh. Tapi, sayang saat ini dia lagi dilanda galau tingkat akhir setelah kisah persahabatan jadi cinta dipupus oleh restu mama si cowok.
Dan perkenalkan juga eks pacar Sinta, namanya Agam, sahabat deket gue juga. Agam ini sosok penyanyang banget, care banget, penyabar, bijak, dan jangan lupakan tubuh proporsional serta kepandaian dia yang mempesona. Tapiii, yang gue sesalkan, nih si Agam keliatan pengecutnya nggak mempertahanin kisah cintanya yang menurut gue mereka adalah pasangan the best. 
“Nya, menurut lo gue itu gimana sih? Sampe mamanya Agam  ngga ngrestuin hubungan gue sama dia?” Tanya Sinta padaku sambil menuju parkir tempat kendaraan kita. FYI, ini pertannyaan kesekian kalinya yang Sinta tanyakan kegue.
“Duh Sin, lo pasti taulah jawaban gue apa. Bahkan orang lain yang ngelihat lo pasti juga mikir sama kek gue” Balasku
“Tapiii....” sedihnya
“Udahlah, move on gitu. Jangan buang waktu lo buat sedih-sedih kek gini. Udah 1 bulan lebih loh. Move on dong.” Balas gue
“Yaaa lo kira move on semudah itu. Do’akan deh, mulai besok gue udah nyiapin planing 1000 cara buat nglupain Agam.” Balasnya dengan senyum palsu.
“Semangat my sista, gue yakin lo bisa.” Tutupku sambil berjalan ke kendaraan masing-masing.
Sesampainnya dirumah, gue langsung rebahan ditempat tidur. Baca wattpad sambil ngedengerin musik. Menurut gue itu tuh surga dunia dan me time terbaik. Yah, sesederhana itu buat merilexskan badan gue. Di tengah kegiatan itu, pikiran tentang alasan Agam ninggalin Sinta berputar-putar diotak gue. Gue kenal Agam bukan sehari dua hari, bahkan gue lebih dulu temenan sama Agam dibanding sama Sinta. That’s why gue nggak percaya kok bisa Agam ngelakuin itu. Dan tanpa sepengatuan si Sinta, gue ngehubungin Agam. Secara, kerena itu hubungan persahabatan antara gue dan Agam juga agak renggang.

Agam kampret (+62853334....)


Gam
Oiii Nya, lama nggak ada kabar lo?


Gue sehat Gam. Ketemuan yok. Ada yang mau gue tanyain.
Ayok, besok di jam makan malam di kafe biasa ya. Ada yang mau gue cerita ke elo juga. Asli suntuk  banget gue.


Okee. Langsung ketemu disana ya



Seperti yang telah gue janjikan sebelumnya, malam ini gue ketemuan sama Agam.
“woy Nya, lama amat nyampennya” Protesnya
“sorry, macet banget kali Gam. Mendung amat muka lo Gam” Seruku
“Yaaa ya ya lo tau lah Nya. Bentar sebelum gue mau ngomong, mending pesen makanan dulu yok!” Serunya sambil manggil pelayan. Sambil makan gue dan Agam cerita-cerita tentang kegiatan kita sehari-hari. Ya meski hubungan gue sama Agam agak rengang, gue akui Agam adalah salah satu sahabat gue yang klop.
“Gam, lo belum jelasin sama gue tentang hubungan lo sama Sinta?” Ucap gue
“....ya lo tau sendiri lah Nya gimana Mama.” Lesunya
“Kenapa lo ngga usaha gitu, lo kan belum nyoba!”Ucap gue tak santai
“Anya, gue kira ini jalan yang terbaik. Cukuplah gue nyobak buat sodorin nama Sinta ke Mama selama 3 tahun ini. Dan hasilnya, gue nggak dapat respond apapun dari Mama.” Tunduknya
“Usaha lebih giat lagi dong Gam, jangan nyerah gitu. Apa cinta lo udah luntur sama Sinta?” Tanyaku retorik
“Ya lo tau sendiri betapa sayang gue sama dia Nya. That’s all cause her. Dengan gue meninggalkan Sinta, gue harap Sinta bakalan bahagia. Gue tau Sinta itu sempurna, mudah buat dia buat nemuin cowok yang pantas dan cocok dengan dia. Dan mama juga bakalan dapat mantu yang sesuai dengan apa yang dia idam-idamkan. Nantinya, kalau gue tetep mempertahanin Sinta dan nentang Mama, yang bahagia cuma gue Nya cuma gue. Mama dan Sinta pasti bakalan kesiksa satu sama lain. Mama dengan kekecewaannya, dan Sinta bakalan ngadepin sikap kekecewaan Mama. Lo paham kan maksud gue” Jelansya
“Dan lo? Dengan kek gitu lo hancurin kebagahian lo sendiri Gam” pungkasku
“ngak apa lah Nya, hati gue nggak masalah. Gue masih bisa ngatur. Yang penting orang yang gue sayang bahagia, itu cukup kok Nya” tepisnya.
Speechless gue dengan jawaban si Agam. Gue nggak nyangka Agam sedewasa itu, dan se bijak itu.  Logis juga jawaban Agam, memukau bahkan. Meski, gue tau Agam melupakan satu hal. Yaa, Agam lupa tentang kuasa Allah. Dia lupa kalau hati manusia mudah dibolak-balikkan. Belum tentu juga dengan jalan yang dia pilih, Sinta atau Mamanya bakalan bahagia atau malah terluka atau bakalan orang lain yang tambah terluka. Atau mungkin nantinya mereka semua bakalan bahagia dengan pilihan itu. Tak ada yang tau juga. Harapan Agam, Sinta dapat move on dengan cepat. Nyatanya, hingga 1 bulan ini Sinta sulit buat move on. Menurut Agam, melepas Sinta, Sinta akan bahagia. Nyatanya Sinta masih terluka. Satu hal juga yang Agam lupa, mengatur hati itu nggak semudah itu. Yeah, tapi gue akui jalan fikiran Agam berbeda.